Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kisah Laengu Menangkap Katak, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

Kisah Laengu Menangkap Katak, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

kisah-laengu-menangkap-katak,-cerita-rakyat-dari-wawonii-sulawesi-tenggara
Kisah Laengu Menangkap Katak, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara
service

3 Februari 2026 16.00 WIB • 2 menit

Kisah Laengu Menangkap Katak, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara


Ada sebuah cerita rakyat dari Wawonii, Sulawesi Tenggara yang berkisah tentang Laengu. Dalam ceritanya, Laengu merupakan seorang anak laki-laki yang baru pertama kali merasakan pengalaman mengembara di hutan seorang diri.

Laengu mendapatkan pengalaman berharga dari perjalanan pertama yang dia lakukan. Lantas bagaimana cerita lengkap dari kisah Laengu tersebut?

Kisah Laengu Menangkap Katak, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

Disitat dari buku Cerita Rakyat Wawonii (Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia), alkisah pada zaman dahulu ada seorang anak laki-laki yang bernama Laengu. Sejak kecil dia tidak pernah disuruh untuk bekerja oleh kedua orangnya.

Pada suatu hari, Laengu berniat untuk pergi ke hutan seorang diri. Dia pun meminta izin pada sang ayah.

Ayah Laengu mengizinkan anaknya untuk pergi ke hutan. Sang ayah berharap agar Laengu bisa mengenali lingkungan sekitarnya dan memiliki modal berharga untuk bertahan hidup nantinya.

Akhirnya Laengu pergi berjalan ke dalam hutan. Dirinya merasa senang dengan pengalaman yang baru pertama kali dirasakannya.

Ketika masuk ke dalam hutan, Laengu melihat berbagai macam jenis tumbuhan dan hewan yang belum dia kenali sebelumnya. Setelah berjalan cukup jauh, sampailah Laengu di sebuah rawa yang ada di dalam hutan.

Di sana Laengu melihat banyak katak yang melompat. Laengu kemudian menyadari jika hewan tersebut sering dibawa oleh sang ayah ke rumah untuk dimasak dan dimakan bersama.

Laengu pun berniat untuk menangkap semua katak tersebut. Dia pun menyiapkan sebuah keranjang yang kemudian diisi katak hasil tangkapannya.

Tidak butuh waktu lama bagi Laengu hingga keranjangnya penuh dengan katak. Alangkah senang perasaan Laengu karena berhasil mendapatkan banyak makanan di perjalanan yang pertama kali dia lakukan.

Laengu pun berjalan pulang ke rumahnya. Di sepanjang jalan, Laengu merasa keranjang yang dia bawa makin ringan.

Namun Laengu tidak peduli dengan hal itu. Dia merasa sangat senang dengan perjalanan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Sesampainya di rumah, Laengu langsung datang menghampiri sang ayah. Dia berkata jika berhasil mendapatkan satu keranjang penuh berisi katak ketika sedang pergi ke hutan.

Sang ayah merasa bangga melihat kedatangan Laengu. Namun dirinya terkejut ketika membuka keranjang yang dibawa oleh Laengu.

Hanya ada satu ekor katak di dalam keranjang tersebut. Laengu merasa heran karena sebelumnya sudah mengisi katak sebanyak satu keranjang penuh.

Dirinya khawatir jika ada orang lain yang mencuri kata hasil tangkapannya. Akan tetapi sebelum merasa cemas lebih jauh, Laengu langsung ditenangkan oleh sang ayah.

Sang ayah menjelaskan jika tidak ada pencuri yang mengambil katak Laengu. Namun katak-katak itu sendiri yang keluar dari keranjangnya.

Laengu pun diberi tahu jika kelak kembali menangkap katak, maka mesti memukulnya terlebih dahulu hingga mati sebelum dimasukkan ke keranjang. Dengan demikian, katak tersebut tidak akan meloncat keluar keranjang.

Akhirnya Laengu sadar akan kesalahan yang dia lakukan sebelumnya. Dia mendapatkan pelajaran berharga dari sang ayah dari perjalanan pertama yang dilakukannya ke dalam hutan.

Untuk menghibur Laengu, sang ayah kemudian memasak satu katak yang tersisa untuk anaknya. Meskipun gagal membawa semua hasil tangkapannya, sang ayah tetap bangga dengan pengalaman pertama yang dilakukan oleh Laengu pada hari itu.

Laengu yang awalnya kecewa karena gagal membawa pulang hasil maksimal terhibur dengan tanggapan dari sang ayah. Akhirnya mereka menyantap katak yang sudah dimasak oleh sang ayah tersebut bersama dengan lahapnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.