Fri,24 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Konflik Memanas, Iran Gempur Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Konflik Memanas, Iran Gempur Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

konflik-memanas,-iran-gempur-pangkalan-as-di-kuwait-dan-bahrain
Konflik Memanas, Iran Gempur Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
service

Jakarta, Arina.idIran melancarkan serangan rudal balistik ke arah Kuwait dan Bahrain pada Sabtu (6/6/2026), hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat menembak jatuh empat drone Iran dan menggempur sejumlah instalasi radar di pesisir selatan negara tersebut.

Teheran menyebut serangan itu sebagai balasan atas operasi militer Washington di wilayah Sirik dan Pulau Qeshm yang dinilai melanggar kedaulatan Iran.

Kementerian Luar Negeri Kuwait mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai eskalasi serius serta pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara. 

“Kuwait juga menegaskan haknya untuk mengambil langkah yang diperlukan guna mempertahankan keamanan nasional,” tulis The Guardian dikutip, Minggu, 7 Juni 2026.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Menurut media pemerintah Iran, salah satu target serangan adalah pangkalan yang menjadi lokasi Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Komando Pusat AS (Centcom) menjelaskan bahwa empat drone Iran yang sebelumnya ditembak jatuh menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional.

Karena itu, militer AS melakukan serangan terhadap sejumlah instalasi radar Iran di Kota Goruk dan Pulau Qeshm sebagai langkah pertahanan untuk mencegah serangan lanjutan.

Washington juga meningkatkan pengawasan terhadap jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz, koridor strategis yang menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dan gas alam dunia.

Beberapa jam setelah serangan AS tersebut, IRGC mengumumkan peluncuran rudal ke sejumlah pangkalan musuh”di kawasan Teluk.

Menurut Centcom, Iran menembakkan tujuh rudal balistik ke arah Kuwait dan Bahrain. Enam rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, sementara satu rudal lainnya gagal mencapai sasaran.

“Sejauh ini tidak ada laporan korban di pihak personel AS, dan klaim Iran mengenai kerusakan markas Armada Kelima AS di Bahrain tidak benar,” demikian pernyataan.

Eskalasi terbaru ini memicu status siaga tinggi di negara-negara Teluk. Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udaranya untuk menghadang rudal dan drone yang melintas di wilayahnya. Sementara itu, sirene peringatan serangan udara terdengar di berbagai wilayah Bahrain pada Sabtu dini hari.

Otoritas Bahrain mengimbau warga tetap tenang dan segera menuju lokasi perlindungan yang aman. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan serangan lanjutan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Meningkatnya konflik di sekitar Selat Hormuz juga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Jalur perairan tersebut merupakan salah satu rute terpenting bagi pengiriman minyak dunia.

Gangguan keamanan di kawasan itu berpotensi memengaruhi distribusi energi internasional dan mendorong kenaikan harga minyak global.

Dengan aksi saling serang yang terus berlangsung dalam beberapa hari terakhir, kekhawatiran terhadap meluasnya konflik Iran dan Amerika Serikat semakin menguat.

Selain mengancam stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah, eskalasi ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas bagi negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk.

Sumber: Deutsche Welle dan The Guardian.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.