Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Krisis Iklim dan Produktivitas Kopi Semende

Krisis Iklim dan Produktivitas Kopi Semende

krisis-iklim-dan-produktivitas-kopi-semende
Krisis Iklim dan Produktivitas Kopi Semende
service

  Produksi kopi di wilayah Semende, Sumatera Selatan, mengalami penurunan hingga 60 persen, tahun 2025 Penyebabnya, akibat krisis iklim. Penurunan produksi terjadi tiga atau empat tahun terakhir. Krisis iklim menyebabkan cuaca dan musim tidak menentu. Musim kemarau yang seharusnya tidak ada hujan, justru hujan dan angin kencang melanda Semende. Diharapkan hadir varietas baru kopi, baik robusta maupun arabika, yang mampu bertahan terhadap krisis iklim global.   Produksi kopi di wilayah Semende, Sumatera Selatan, mengalami penurunan hingga 60 persen, tahun 2025 in.i Penyebabnya, akibat krisis iklim. “Tahun 2024 lalu, kopi yang dihasilkan dari kebun saya sekitar 1,1 ton. Sekarang kisaran 450 kilogram,” kata Dapawi (49), warga Desa Kota Agung, Kecamatan Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim, awal Oktober 2025. Dijelaskan Dapawi, yang menanam kopi sebanyak tiga ribu batang di Antaran Palang Mayan, tanah Marga Semende, di kaki Bukit Balai Embun atau sekitar lima kilometer dari kawasan Hutan Lindung Bukit Balai Embun, selama empat tahun terakhir produksi kopinya menurun. Tahun 2022, produsi kopi kebunnya sempat mencapai dua ton lebih. Setelah itu, anjlok hingga sekarang. “Kami diselamatkan kenaikan harga kopi, sehingga pedapatan terjaga.” Menurunnya produksi kopi karena banyak bunga dan buah muda berguguran saat musim kemarau, sekitar Agustus-September. “Padahal selama dua bulan itu, di sini musim kemarau, yang seharusnya tidak banyak hujan disertai angin kencang,” katanya. Syarifudin (41), warga Desa Cahaya Alam, Kecamatan Semende Darat Ulu, menyatakan hal yang sama. “Produksi kopi di desa ini menurun hingga 60-70 persen.” Di desa yang berada di ketinggian rerata 2.000 meter dari permukaan laut, terdapat perkebunan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.