Wed,12 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kucing Bakau, Penghuni Misterius Hutan Mangrove

Kucing Bakau, Penghuni Misterius Hutan Mangrove

kucing-bakau,-penghuni-misterius-hutan-mangrove
Kucing Bakau, Penghuni Misterius Hutan Mangrove
service

Tubuhnya sebesar anjing kecil, bulunya kuning keabu-abuan dengan bercak hitam, dan cakarnya sedikit berselaput. Ia adalah ciri khas satwa yang lahir untuk berburu di air, meskipun selaput ini tidak menutupi seluruh bagian kaki seperti pada beberapa spesies lainnya. Itulah kucing bakau (Prionailurus viverrinus), jenis kucing liar paling langka di dunia yang keberadaannya nyaris tak disadari banyak orang. Bahkan, oleh masyarakat yang tinggal berdekatan dengannya. Secara umum, selaput pada kaki kucing bakau berfungsi membantu mereka saat berenang dan mencegah tenggelam ketika berjalan di atas lumpur atau tanah lunak di habitat lahan basah seperti hutan mangrove. Hal ini berkaitan dengan perilaku mereka sebagai fishing cat atau “kucing pemancing” yang sering berinteraksi dengan lingkungan perairan. “Kucing bakau adalah kucing terbesar di antara jenis-jenis Prionailurus, dengan wajah lonjong bercirikan hidung khas, bagian bawah tubuh putih, dan telinga belakang berwarna hitam dengan totol putih di tengahnya,” tulis Kuncoro, dkk, peneliti dari Universitas Negeri Surabaya dalam laporan identifikasi morfologi dan genetik mereka. Penelitian yang dipublikasikan tahun 2023 tersebut dengan judul, “The vulnerable fishing cat Prionailurus viverrinus from Wonorejo Mangroves, Surabaya, Indonesia based on morphology and molecular data”, berhasil mengonfirmasi kehadiran spesies ini di Jawa Timur berdasarkan analisis gen Cytochrome b. Temuan ini penting, karena data populasi kucing bakau di Indonesia, khususnya di luar Sumatera dan Jawa Barat, masih sangat minim. Nama belakang yang disematkan padanya; bakau, merujuk pada habitatnya di lahan basah, yakni hutan mangrove, rawa dan juga sungai. Sayangnya, rumah kucing ini sedang runtuh pelan-pelan. Setiap hektar mangrove yang berubah jadi tambak, kompleks perumahan, atau…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.