Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Lesbumi NU Kebumen Perkuat Pelestarian Seni Tradisional Jamjaneng

Lesbumi NU Kebumen Perkuat Pelestarian Seni Tradisional Jamjaneng

lesbumi-nu-kebumen-perkuat-pelestarian-seni-tradisional-jamjaneng
Lesbumi NU Kebumen Perkuat Pelestarian Seni Tradisional Jamjaneng
service

Kebumen, NU Online

Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen Jawa Tengah terus mendorong pelestarian seni tradisional Jamjaneng sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Kebumen.

Upaya tersebut dilakukan salah satunya dengan penyelenggaraan Festival Jamjaneng pada 20–21 Juni 2026 lalu. Kegiatan tersbebut juga menjadi ruang bersama bagi para pelaku seni tradisional untuk meneguhkan eksistensi Jamjaneng sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Kebumen.

Laman NU Online Jateng menyebutkan jamjaneng adalah kesenian khas Kebumen yang telah tumbuh dan hidup di tengah masyarakat selama bertahun-tahun. Bagi Lesbumi PCNU Kebumen, pelestarian kesenian ini tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Pada Festival tersebut Ketua Panitia, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa berbagai kegiatan yang digelar menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan seni budaya lokal, khususnya Jamjaneng.

“Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk melestarikan seni budaya yang ada di Kebumen, khususnya seni budaya tradisional. Jamjaneng merupakan kesenian asli Kebumen, sehingga perlu adanya event seperti ini agar tetap berkembang dan terus lestari,” ujarnya.

Dalam berbagai kesempatan, kelompok-kelompok Jamjaneng dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Kebumen turut menampilkan kreativitas dan karakter khas masing-masing. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa seni tradisional tetap memiliki ruang untuk berkembang sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Selain menjadi ruang apresiasi, kegiatan-kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi para pegiat Jamjaneng untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat komunikasi, dan membangun kolaborasi guna menjaga keberlangsungan seni tradisi.

Taufik berharap upaya pelestarian Jamjaneng dapat dilakukan secara berkesinambungan melalui penyelenggaraan kegiatan budaya yang rutin.

“Ke depannya kami berharap kegiatan ini bisa menjadi event tahunan sehingga upaya pelestarian Jamjaneng dapat berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga berharap seluruh kelompok Jamjaneng di Kabupaten Kebumen semakin solid dalam menjaga dan mengembangkan kesenian daerah.

“Semoga seni Jamjaneng ini terus berkembang dan semakin maju. Kami berharap antargrup Jamjaneng di Kebumen bisa saling berkomunikasi, berkolaborasi, dan bersama-sama memajukan seni tradisional ini agar tetap hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.