Sat,22 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Mahasiswa UGM Kembangkan PolPay, Bayar Pakai Sidik Jari Tanpa Kartu dan HP

Mahasiswa UGM Kembangkan PolPay, Bayar Pakai Sidik Jari Tanpa Kartu dan HP

mahasiswa-ugm-kembangkan-polpay,-bayar-pakai-sidik-jari-tanpa-kartu-dan-hp
Mahasiswa UGM Kembangkan PolPay, Bayar Pakai Sidik Jari Tanpa Kartu dan HP
service
PolPay UGM
Foto: UGM

Teknologi.id – Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi pembayaran digital yang memungkinkan pengguna melakukan autentikasi transaksi menggunakan sidik jari, tanpa perlu menggunakan kartu atau ponsel.

Inovasi tersebut diberi nama PolPay (Jempol Payment). Sistem ini dikembangkan oleh mahasiswa UGM yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC).

Berbeda dari sistem pembayaran digital yang umumnya mengandalkan kartu atau perangkat seluler, PolPay memanfaatkan biometrik sidik jari sebagai metode autentikasi. Saat ini, PolPay masih berada pada tahap pengembangan prototipe, sehingga belum menjadi metode pembayaran yang dapat digunakan masyarakat secara luas.

Baca juga: Huawei Pura X View Meluncur, HP Layar Lebar Pertama di Dunia

Cara Kerja PolPay

Foto: UGM

PolPay mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC). Sensor tersebut digunakan untuk membaca sidik jari pengguna dan melakukan proses autentikasi biometrik ketika transaksi berlangsung.

Dalam pengembangannya, tim memanfaatkan teknologi edge computing untuk memproses data biometrik. Data yang dikirim ke server kemudian dienkripsi menggunakan Advanced Encryption Standard (AES) 256-bit dan diamankan melalui protokol SSL/TLS.

Menurut UGM, pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan perlindungan privasi pengguna, mengurangi latensi, serta meminimalkan risiko penyalahgunaan data biometrik.

Dengan konsep tersebut, pengguna nantinya tidak harus bergantung pada kartu maupun telepon genggam untuk melakukan autentikasi dalam transaksi.

PolPay Dirancang sebagai Pembayaran Biometrik yang Terjangkau

Selain mengutamakan keamanan, tim mahasiswa UGM juga mencoba membuat sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau.

Pasalnya, penerapan teknologi biometrik umumnya membutuhkan infrastruktur dengan biaya yang cukup tinggi. Karena itu, PolPay dikembangkan dengan memanfaatkan edge computing dan perangkat yang dirancang agar biaya implementasinya tetap dapat ditekan.

Konsep tersebut menjadi salah satu pembeda PolPay dibandingkan sistem biometrik yang membutuhkan infrastruktur lebih kompleks.

Keamanan Data Jadi Tantangan Penting

Penggunaan sidik jari untuk pembayaran membuat aspek keamanan dan privasi data menjadi perhatian utama.

Data biometrik memiliki karakteristik berbeda dari kata sandi. Jika kata sandi dapat diganti ketika terjadi kebocoran, data biometrik seperti sidik jari pada dasarnya melekat pada seseorang.

Karena itu, tim UGM menggunakan sejumlah mekanisme perlindungan dalam rancangan PolPay. Data biometrik diproses melalui edge computing, kemudian dikirim dalam kondisi terenkripsi menggunakan AES-256 dan protokol SSL/TLS.

Meski demikian, PolPay masih berada dalam tahap pengembangan. Sistem tersebut masih perlu melalui proses penyempurnaan dan pengujian lebih lanjut sebelum dapat diterapkan secara luas.

Lima Mahasiswa UGM di Balik PolPay

Foto: UGM

PolPay dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM dari sejumlah bidang studi.

Mereka adalah:

  • Tiara Ramadhani dari Ilmu Aktuaria, sebagai ketua tim
  • Al Farabi Obiansyah dari Teknik Mesin
  • Marcelino Budi Prakasya dari Ilmu Komputer
  • Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda dari Elektronika dan Instrumentasi
  • M. Rakhma Aifil Indira dari Ilmu Aktuaria

Tim tersebut mendapatkan bimbingan dari Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng.

Terinspirasi dari Perkembangan Pembayaran Digital

Pengembangan PolPay dilakukan untuk menawarkan alternatif pembayaran yang lebih praktis dengan memanfaatkan teknologi biometrik.

Konsep tersebut juga sejalan dengan arah transformasi sistem pembayaran Indonesia sebagaimana tercantum dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang diinisiasi Bank Indonesia.

Dengan memanfaatkan sidik jari, sistem seperti PolPay berpotensi mengurangi ketergantungan pengguna terhadap kartu fisik atau perangkat seluler ketika melakukan transaksi.

Namun, penerapan teknologi pembayaran biometrik secara luas tentu membutuhkan pengujian keamanan, kesiapan infrastruktur, serta kesesuaian dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Baca juga: Storage HP Android Tetap Penuh Padahal Aplikasi Sudah Dihapus? Ini Penyebabnya

PolPay Masih dalam Tahap Pengembangan

PolPay saat ini masih berstatus prototipe yang sedang dikembangkan, bukan layanan pembayaran yang sudah tersedia untuk masyarakat umum.

Pengembangan inovasi ini dilakukan melalui skema PKM-Karsa Cipta. Tim juga mempersiapkan PolPay untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Universitas Diponegoro pada November mendatang.

Jika nantinya berhasil melalui berbagai tahap pengujian dan memenuhi aspek keamanan serta ketentuan yang diperlukan, konsep pembayaran menggunakan sidik jari seperti PolPay dapat menjadi salah satu alternatif menarik dalam perkembangan transaksi digital di Indonesia.

Untuk saat ini, yang dikembangkan mahasiswa UGM bukanlah layanan pembayaran yang sudah bisa digunakan sehari-hari, melainkan prototipe teknologi pembayaran biometrik yang masih dalam tahap penelitian dan pengembangan.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.