Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74

Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74

makna-doa-keluarga-dalam-qs.-al-furqan-ayat-74
Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74
service

Mubadalah.id – Al-Qur’an memuat doa yang menyinggung konsep keluarga ideal dalam Surat al-Furqan ayat 74, yakni permohonan agar dianugerahi pasangan dan keturunan sebagai qurrata a’yun (penyejuk hati), serta dijadikan pemimpin bagi orang-orang bertakwa.

Ayat ini memuat tiga permintaan sekaligus: pasangan hidup yang menenteramkan, keturunan yang membahagiakan, dan keluarga yang memiliki kapasitas kepemimpinan moral di tengah masyarakat.

Ketiga permohonan tersebut menunjukkan bahwa keluarga dalam perspektif Islam tidak hanya berfungsi sebagai unit privat, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan sosial. Relasi keluarga dipandang sebagai fondasi pembentukan karakter individu sekaligus kontribusi terhadap kehidupan kolektif.

Karena itu, pencapaian cita-cita keluarga sebagaimana disebut dalam ayat tersebut memerlukan proses panjang, bukan hasil instan.

Proses tersebut berkaitan dengan pembangunan tiga jenis relasi utama dalam perkawinan. Pertama, relasi suami-istri atau relasi marital, yaitu hubungan kemitraan antara pasangan yang menjadi inti keluarga.

Kedua, relasi orang tua dan anak atau relasi parental, yang berkaitan dengan pengasuhan, pendidikan, serta pembentukan karakter generasi. Ketiga, relasi sosial keluarga dengan lingkungan yang lebih luas, termasuk masyarakat, bangsa, dan umat.

Ketiganya saling terkait dan saling memengaruhi. Relasi suami-istri yang stabil cenderung menciptakan pola pengasuhan yang sehat. Sementara relasi keluarga yang baik dengan masyarakat memperkuat dukungan sosial terhadap keberlangsungan rumah tangga. Sebaliknya, gangguan pada salah satu relasi dapat berdampak pada dimensi lainnya.

Dengan demikian, doa dalam ayat tersebut dapat kita pahami sebagai kerangka konseptual keluarga ideal dalam Islam. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan keluarga bukan hanya soal keharmonisan internal. Tetapi juga berkaitan dengan kontribusi moral dan sosial keluarga di tengah kehidupan bersama. []

Sumber tulisan: Tiga Relasi dalam Perkawinan

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.