Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Mamluatur Rahmah Anak Buruh Terasi dari Rembang Jadi Dosen dan Raih Gelar Doktor, Patahkan Stigma Pendidikan Perempuan

Mamluatur Rahmah Anak Buruh Terasi dari Rembang Jadi Dosen dan Raih Gelar Doktor, Patahkan Stigma Pendidikan Perempuan

mamluatur-rahmah-anak-buruh-terasi-dari-rembang-jadi-dosen-dan-raih-gelar-doktor,-patahkan-stigma-pendidikan-perempuan
Mamluatur Rahmah Anak Buruh Terasi dari Rembang Jadi Dosen dan Raih Gelar Doktor, Patahkan Stigma Pendidikan Perempuan
service

Mamluatur Rahmah saat selesai menjalani sidang promosi doktor di UIN Walisongo Semarang.


“Ngapain sekolah tinggi-tinggi, nanti ujungnya di dapur juga.”

Mamluatur Rahmah kerap mendengar ungkapan itu sejak dulu. Sebab, menurut sebagian orang di kampung pesisir tempat ia tumbuh, pendidikan tinggi bagi perempuan dianggap tidak terlalu penting. Apalagi, jika ia berasal dari keluarga sederhana.

Meski banyak tanggapan senada yang sampai ke telinganya, Mamluatur Rahmah cuek bebek. Ia tetap menaiki anak tangga untuk meraih gelar tertinggi dalam pendidikannya.

10 Juni 2026, perempuan asal Desa Bonang, Kabupaten Rembang itu akhirnya menyandang gelar doktor dari UIN Walisongo Semarang. Sebuah capaian yang mungkin dulu tak pernah terbayangkan ketika ia masih kecil dan melihat ibunya bekerja mengolah terasi setiap hari.

“Setiap kali saya merasa lelah menulis disertasi atau pusing dengan metodologi yang rumit, saya selalu membayangkan tangan ibu saya. Tangan yang kasar karena setiap hari menjemur dan mengolah terasi. Saya tidak punya hak untuk menyerah ketika beliau saja tidak pernah menyerah menyekolahkan saya,” katanya.

Anak dari Kampung Terasi Punya Mimpi Berpendidikan Tinggi

Desa Bonang, tempat Rahmah tumbuh, berada di pesisir Rembang yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi terasi. Aroma khas hasil olahan udang rebon menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Walaupun ayah dan ibunya bukan akademisi, dari dulu Rahmah memegang satu keyakinan bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk memperbaiki masa depan keluarga. Rahmah menyebut pendidikan sebagai “escalator” yang dapat mengangkat derajat dan nasib keluarga. Baginya, kemiskinan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari keterbatasan itulah semangatnya tumbuh.

Meski demikian, Rahmah paham betul bahwa keyakinan itu kadang tak sesuai dengan kenyataan. Menempuh pendidikan tinggi jelas membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara kondisi ekonomi keluarga memiliki banyak keterbatasan.

Rahmah tidak kehabisan akal. Ia tetap mencari cara agar perempuan itu bisa melanjutkan pendidikan.

Terkendala Biaya, Cari Beasiswa

Banyak anak berprestasi sebenarnya tidak kekurangan kemampuan. Mereka hanya kekurangan akses. Hal itu yang juga diakui Rahmah. Maka dari itu, Rahmah cari cara agar bisa menyelesaikan anak tangga yang ia pijak.

Ia menempuh pendidikan doktor melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), hasil kolaborasi Kementerian Agama dan LPDP. Beasiswa ini ditujukan untuk mendukung kader-kader unggul dari lingkungan pesantren dan pendidikan Islam.

“Beasiswa ini bukan hanya soal uang SPP, tapi soal martabat dan kepercayaan bahwa negara hadir untuk anak-anak seperti saya,” jelasnya.

Di balik gelar doktornya, Rahmah juga meninggalkan kontribusi akademik yang menarik.  Dalam disertasinya, ia meneliti fenomena kecemasan kematian pada lansia di Pondok Pesantren Payaman, Magelang.

Kecemasan kematian adalah kondisi psikologis ketika seseorang mengalami ketakutan, kekhawatiran, atau kegelisahan berlebihan terkait kematian dan proses menuju kematian. Kondisi ini cukup sering muncul pada kelompok lanjut usia, tetapi belum banyak dibahas secara terbuka di masyarakat.

Yang membuat penelitian Rahmah mendapat apresiasi para penguji adalah pendekatannya yang menggabungkan tasawuf dan psikologi.

Tasawuf merupakan cabang ilmu dalam tradisi Islam yang menekankan pembinaan batin, pengendalian diri, dan kedekatan spiritual kepada Tuhan. Sementara psikologi mempelajari perilaku dan kondisi kejiwaan manusia.

Dengan menggabungkan keduanya, Rahmah mencoba melihat bagaimana pendekatan spiritual dapat membantu lansia menghadapi kecemasan menjelang akhir kehidupan.

Pendekatan seperti ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental masyarakat Indonesia.

Memang, perempuan yang saat ini menjadi dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta tersebut telah aktif meneliti bidang tasawuf, sufi healing, dan tasawuf psikoterapi. Sejak mengenyam pendidikan jenjang sarjana, Rahmah mengambil fokus studi Tasawuf dan Psikoterapi.

Salah satu karyanya adalah buku Tasawuf Entrepreneurship. Ia juga menulis sejumlah publikasi ilmiah mengenai praktik spiritual sebagai media penyembuhan psikologis.

Oleh karena itu, disertasinya tidak jauh dari kondisi manusia itu sendiri. Kajian semacam ini semakin banyak mendapat perhatian karena dianggap dapat melengkapi pendekatan kesehatan mental modern.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.