Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Masyayikh NU Serukan Pembatalan Usulan Perubahan AHWA Jelang Munas-Konbes 2026

Masyayikh NU Serukan Pembatalan Usulan Perubahan AHWA Jelang Munas-Konbes 2026

masyayikh-nu-serukan-pembatalan-usulan-perubahan-ahwa-jelang-munas-konbes-2026
Masyayikh NU Serukan Pembatalan Usulan Perubahan AHWA Jelang Munas-Konbes 2026
service

Jakarta, Arina.idSejumlah masyayikh dan pengasuh pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU) menyerukan agar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 tidak menetapkan kebijakan yang berpotensi mengurangi peran ulama dan pesantren dalam struktur organisasi NU.

Seruan tersebut disampaikan dalam acara Ramah Tamah Masyayikh Nahdlatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026). Pertemuan yang dihadiri sejumlah ulama senior NU itu menghasilkan beberapa poin penting menjelang pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU.

Dalam seruannya, para masyayikh meminta agar usulan penambahan syarat calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang mewajibkan berasal dari unsur pengurus syuriyah dan didasarkan pada representasi kewilayahan dibatalkan. Menurut mereka, AHWA harus tetap dipertahankan sebagai forum keulamaan yang bertumpu pada kedalaman ilmu, keteladanan akhlak, keluasan pengabdian, dan pengakuan keulamaan di lingkungan NU.

Selain itu, para masyayikh juga meminta agar usulan perubahan terhadap aturan larangan rangkap jabatan politik tidak disahkan dalam forum Munas-Konbes mendatang.

“Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama hendaknya diselenggarakan dengan penuh kebijaksanaan, kehati-hatian, dan tanggung jawab, serta tidak membahas maupun menetapkan materi yang berpotensi menggeser hubungan historis, kultural, dan spiritual antara Nahdlatul Ulama dengan para masyayikh dan pondok pesantren,” demikian salah satu poin seruan tersebut.

Pada poin kedua, para masyayikh menegaskan bahwa pesantren merupakan rumah besar NU sekaligus pusat transmisi ilmu, akhlak, tradisi, dan kepemimpinan keulamaan yang menjadi fondasi utama jam’iyah. Karena itu, mereka berharap Muktamar NU 2026 dapat diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan tradisi keilmuan NU.

Mereka juga mengajak seluruh peserta, penyelenggara, dan pimpinan NU untuk menjaga ketertiban, adab musyawarah, serta mengedepankan persatuan organisasi selama pelaksanaan Munas dan Konbes.

“Penghormatan kepada ulama, penguatan peran pesantren, dan terjaganya persatuan merupakan modal utama bagi Nahdlatul Ulama untuk terus menjalankan khidmahnya bagi agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan,” tulis para masyayikh dalam pernyataan tersebut.

Seruan itu ditandatangani sejumlah ulama terkemuka NU, di antaranya KH. Anwar Manshur, KH. A. Kafabihi Mahrus, Prof KH. Ma’ruf Amin, Prof KH. Said Aqil Siroj, KH. Abdullah Ubab Maimoen, Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim, serta sejumlah rais syuriyah dan pengasuh pesantren dari berbagai daerah.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.