Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Memaafkan Jadi Kunci Kesehatan Psikologis, Ini Temuan Penelitian

Memaafkan Jadi Kunci Kesehatan Psikologis, Ini Temuan Penelitian

memaafkan-jadi-kunci-kesehatan-psikologis,-ini-temuan-penelitian
Memaafkan Jadi Kunci Kesehatan Psikologis, Ini Temuan Penelitian
service

Jakarta, Arina.idMemaafkan atau forgiveness bukan sekadar melupakan kesalahan atau menahan amarah. Dalam kajian psikologi, memaafkan merupakan proses yang disengaja untuk mengubah respons negatif dan penuh dendam menjadi respons yang lebih positif dan konstruktif.

Demikian hasil penelitian berjudul Pemaafan dan Kesejahteraan Psikologis Individu oleh Emilia Mustary dari Program Studi Bimbingan Konseling Islam, IAIN Parepare, dan dimuat dalam Indonesian Journal of Islamic Counseling, Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021.

Penelitian mengungkapkan bahwa konsep memaafkan memiliki makna yang jauh lebih kompleks dari pemahaman umum di masyarakat. Memaafkan tidak hanya berarti menerima kejadian yang telah berlalu, tetapi juga tidak identik dengan membebaskan kesalahan, melupakan peristiwa, atau menghilangkan tanggung jawab pihak lain.

Secara umum, memaafkan dibagi menjadi dua bentuk, yakni memaafkan orang lain dan memaafkan diri sendiri. Keduanya memiliki peran penting dalam membentuk keseimbangan emosional individu.

Lebih jauh, penelitian ini menegaskan bahwa memaafkan yang tulus berbeda dengan sekadar berpura-pura memaafkan. Proses memaafkan juga tidak selalu berjalan linear. Seseorang bisa saja kembali ke tahap awal atau bahkan merasa belum siap untuk memaafkan, meskipun sebelumnya telah memulai proses tersebut.

Sejak awal 1990-an, kajian empiris mengenai memaafkan berkembang pesat dalam dunia psikologi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa memaafkan berperan signifikan dalam menjaga kesehatan emosional, baik dalam hubungan keluarga, pernikahan, maupun lingkungan kerja.

Sejumlah riset juga menemukan hubungan kuat antara pemaafan dan kesejahteraan psikologis. Penelitian Juwita dan Kustanti (2020), misalnya, menunjukkan adanya hubungan positif antara pemaafan dan kesejahteraan psikologis. Semakin tinggi tingkat pemaafan seseorang, semakin tinggi pula kesejahteraan psikologisnya. Dalam penelitian tersebut, pemaafan memberikan kontribusi sebesar 22 persen terhadap kesejahteraan psikologis.

Temuan serupa juga diungkap oleh Raudatussalamah dan Susanti (2014) yang menyebutkan bahwa pemaafan berkontribusi sebesar 15 persen terhadap kesejahteraan psikologis narapidana wanita. Sementara itu, penelitian pada wanita yang bercerai juga menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara memaafkan dan kesejahteraan psikologis.

Dalam perspektif psikologi positif, memaafkan menjadi bagian dari kekuatan manusia yang mampu menggeser fokus dari aspek penyakit dan patologi menuju pengembangan potensi diri. Pemaafan terbukti berkaitan erat dengan kesejahteraan subjektif maupun kesejahteraan psikologis (psychological well-being).

Kesejahteraan psikologis sendiri menjadi aspek penting dalam kehidupan individu. Tingkat kesejahteraan yang baik memungkinkan seseorang berkembang secara seimbang dalam menjalani kehidupan. Sebaliknya, rendahnya kesejahteraan psikologis dapat menghambat perkembangan individu secara keseluruhan.

Dengan demikian, memaafkan bukan hanya tindakan moral, tetapi juga menjadi kebutuhan psikologis yang berkontribusi besar terhadap kualitas hidup seseorang.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.