Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Mempertahankan Daerah Bebas Malaria dan Percepat Eliminasinya Menuju 2030

Mempertahankan Daerah Bebas Malaria dan Percepat Eliminasinya Menuju 2030

mempertahankan-daerah-bebas-malaria-dan-percepat-eliminasinya-menuju-2030
Mempertahankan Daerah Bebas Malaria dan Percepat Eliminasinya Menuju 2030
service

Kementerian Kesehatan terus memperkuat komitmen menuju Indonesia Bebas Malaria 2030 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan upaya pencegahan di daerah. Pada Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang digelar di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada dua provinsi dan tujuh kabupaten sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah memutus penularan malaria sekaligus mendorong percepatan eliminasi di seluruh Indonesia.

Dante mengatakan, malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Hingga Juli 2026, Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria, sementara secara global pada 2024 tercatat 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat implementasi Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025–2045 melalui berbagai intervensi, mulai dari program Temukan, Obati, Kendalikan (TOKEN), Pemberian Obat Massal (Mass Drug Administration/MDA), Targeted Drug Administration (TDA), hingga Intermittent Preventive Treatment (IPTf) bagi kelompok berisiko.

“Pertahankan daerah yang telah eliminasi, percepat daerah yang belum, dan bersama kita wujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030,” ujar Dante.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta seluruh mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam pengendalian malaria. Menurutnya, kepemimpinan daerah dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan eliminasi malaria di Indonesia.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, melaporkan bahwa hingga Juli 2026 Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria. Di sisi lain, sebanyak 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1 persen dari target kabupaten/kota tahun 2026 telah mencapai status eliminasi malaria.

“Capaian eliminasi terus menunjukkan kemajuan dengan 414 kabupaten/kota telah berhasil mencapai eliminasi malaria,” kata Andi.

Menurut Andi, rangkaian Hari Malaria Sedunia 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya temu media, kampanye edukasi melalui media sosial, webinar bersama WHO, organisasi profesi, dan Komite Malaria Indonesia. Selain itu, mengembangkan Massive Open Online Course (MOOC) pelatihan mikroskopis malaria untuk meningkatkan kapasitas tenaga laboratorium.

Sebagai bagian dari puncak peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, Kementerian Kesehatan menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada Provinsi Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta tujuh kabupaten, yaitu Langkat, Kepulauan Mentawai, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, Purworejo, Halmahera Utara, dan Bintan.

Selain itu, Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan kepada para pemenang Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria yang diselenggarakan bekerja sama dengan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI).

Mewakili para kepala daerah penerima sertifikat eliminasi malaria, Bupati Sumba Tengah, Paulus Limu, menyampaikan Komitmen Pemeliharaan Daerah Eliminasi Malaria.

“Kami menyatakan komitmen dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh untuk menggerakkan seluruh pemangku kepentingan mempertahankan eliminasi malaria di kabupaten dan provinsi yang merupakan wilayah kerja kami,” ujar dia.

Ia menyampaikan pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan status eliminasi malaria melalui penguatan komitmen lintas sektor, surveilans, peningkatan kapasitas layanan diagnosis dan pengobatan, pemberdayaan masyarakat, serta kemitraan.

Pemerintah daerah juga berkomitmen menjamin ketersediaan tenaga terlatih, sarana prasarana, dan anggaran, serta mengoordinasikan seluruh upaya secara terpadu dan berkesinambungan guna mendukung target Eliminasi Malaria Nasional Tahun 2030.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.