Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Kacang Lokal Bisa Jadi Tempe untuk Kurangi Impor Kedelai

Kacang Lokal Bisa Jadi Tempe untuk Kurangi Impor Kedelai

kacang-lokal-bisa-jadi-tempe-untuk-kurangi-impor-kedelai
Kacang Lokal Bisa Jadi Tempe untuk Kurangi Impor Kedelai
service

Kacang lokal berpotensi diolah menjadi tempe sebagai alternatif bahan baku kedelai. Pengembangan ini dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai yang saat ini mencapai sekitar 2,5 juta ton per tahun.

Pengembangan tempe berbahan baku lokal, seperti koro, gude, dan kecipir, dapat menjadi salah satu upaya diversifikasi pangan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University sekaligus pakar biokimia pangan, Made Astawan, menjelaskan secara ilmiah tempe tidak semata-mata ditentukan oleh jenis kacang yang digunakan, tetapi juga oleh proses fermentasinya.

Menurutnya, berbagai jenis kacang dapat diolah menjadi tempe menggunakan inokulum kapang Rhizopus spp. yang dikenal masyarakat sebagai ragi tempe atau laru.

“Disebut tempe jika kacang, apa pun jenisnya, difermentasi dengan inokulum kapang Rhizopus spp. Dalam bahasa awam, inokulum tersebut disebut dengan ragi tempe atau laru,” kata Made.

Menurut Made, kapang yang berperan dalam pembuatan tempe terdiri atas beberapa jenis, antara lain Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, dan Rhizopus stolonifer. Selain kapang, bakteri dan khamir juga dapat terlibat dalam proses fermentasi, meskipun dengan peran yang lebih sedikit.

“Pada prinsipnya, semua jenis kacang dapat diolah menjadi tempe,” katanya. Namun, Made menjelaskan, perbedaan bahan baku mempengaruhi komposisi gizi dan karakteristik sensori produk.

“Tempe nonkedelai umumnya memiliki kadar protein lebih rendah, tekstur lebih keras, dan cita rasa yang cenderung kurang disukai dibandingkan tempe kedelai. Berdasarkan SNI (Standar Nasional Indonesia), kadar protein tempe minimal 15 persen,” urainya

Made menuturkan, kedelai masih menjadi bahan baku paling ideal untuk tempe karena memiliki kadar protein paling tinggi dan karbohidrat paling rendah dibandingkan jenis kacang lainnya. Kualitas protein tempe kedelai juga hampir setara dengan protein hewani, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau.

Meski demikian, ia menilai kacang lokal memiliki prospek untuk dikembangkan melalui inovasi teknologi pangan. “Dengan berbagai modifikasi proses, kacang lokal Indonesia dapat diolah menjadi tempe dengan komposisi gizi dan penerimaan sensori yang mendekati tempe dari kedelai,” ujarnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.