Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Menag Ajak Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

Menag Ajak Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

menag-ajak-masjid-jadi-pusat-pemberdayaan-ekonomi-umat
Menag Ajak Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat
service

Jakarta, NU Online

Menteri Agama (Menag) Prof Nasaruddin Umar mengajak umat untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan sosial melalui masjid. Hal tersebut ia sampaikan dalam Acara Festival Masjid Berdaya Berdampak (MADADA Fest) 2025 di Auditorium Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Prof Nasar menyampaikan bahwa kemandirian umat merupakan pondasi penting dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkeadilan. 

“Umat yang mandiri bukan hanya secara individu, tetapi juga secara institusi. Jangan sampai lembaga keagamaan kita sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah atau pihak CSR. Padahal agama memiliki fungsi amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan ajaran agama,” ujarnya.

Menurutnya, potensi dana umat di Indonesia sangat besar dan bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi. Ia mencontohkan, zakat yang berhasil dihimpun dari umat Islam baru sekitar Rp41 triliun. Jika dikelola secara profesional, potensi tersebut diyakini mampu menghapus kemiskinan mutlak di Indonesia. 

Selain zakat, Nasar juga menyoroti potensi wakaf, infak, sedekah jariyah, fidyah, hingga akikah yang belum termanfaatkan secara optimal. “Nilai wakaf saja mencapai Rp180 triliun per tahun. Tanah wakaf kita luas dan strategis, tetapi sebagian besar belum produktif,” ungkapnya.

Ia mendorong para pengurus masjid, majelis taklim, dan ormas keagamaan untuk berinovasi dalam mengelola dana umat secara profesional dan transparan. “Keuntungannya harus kembali untuk umat. Jika 800 ribu masjid di Indonesia bisa berperan seperti ini, perekonomian umat akan tumbuh pesat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh umat untuk bersama-sama menggerakkan pundi-pundi kebaikan dan menjadikan rumah ibadah sebagai pusat kemandirian umat.

“Jika dana umat ini diberdayakan dan dikelola dengan baik, maka insyaallah tidak akan ada lagi kemiskinan. Saatnya kini kita mendorong kemandirian umat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama Prof Abu Rokhmad menjelaskan bahwa program MADADA atau Masjid Berdaya Berdampak merupakan strategi untuk menjadikan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus penggerak kesejahteraan sosial dan ekonomi.

“Masjid berdaya adalah masjid yang memiliki kapasitas dan sumber daya untuk bertindak, sementara masjid berdampak adalah masjid yang mampu menghadirkan perubahan positif bagi lingkungannya,” ujarnya.

Abu mengatakan bahwa transformasi fungsi masjid dari pusat ibadah tradisional menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial harus menjadi langkah nyata agar masjid tetap relevan di era modern.

“Melalui kolaborasi dengan Baznas, LAZ, BWI, BPJS, CSR, dan ormas Islam, masjid bisa menjadi pusat inovasi yang memberi manfaat langsung bagi jamaah,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.