Thu,27 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Cara Menghitung Usia Kehamilan dari Tanggal Haid Terakhir

Cara Menghitung Usia Kehamilan dari Tanggal Haid Terakhir

cara-menghitung-usia-kehamilan-dari-tanggal-haid-terakhir
Cara Menghitung Usia Kehamilan dari Tanggal Haid Terakhir
service

Mubadalah.id – Apabila ibu mengalami menstruasi secara rutin setiap empat minggu sekali, kehamilan bisa ibu perkirakan mulai terjadi sekitar dua minggu setelah hari pertama haid terakhir. Karena itu, informasi mengenai tanggal haid terakhir menjadi salah satu data penting dalam memperkirakan usia kehamilan dan waktu persalinan.

Sebelum menggunakan cara tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu ibu pastikan. Pertama, apakah siklus haid ibu selama ini cukup teratur, yaitu berlangsung setiap empat minggu sekali atau sekitar satu bulan sekali.

Kedua, perlu diketahui apakah haid terakhir yang dialami ibu berlangsung secara normal. Hal ini penting untuk memastikan bahwa perdarahan yang terjadi memang merupakan menstruasi seperti biasanya, bukan perdarahan yang jumlahnya jauh lebih sedikit atau lebih banyak dari kondisi normal ibu.

Ketiga, ibu perlu mengingat tanggal berapa hari pertama haid terakhir. Tanggal tersebut kemudian dapat ia gunakan sebagai dasar untuk memperkirakan usia kehamilan dan tanggal persalinan.

Jika ibu tidak dapat memastikan ketiga hal tersebut, perkiraan tanggal kelahiran menggunakan metode ini tidak dapat ibu anggap sepenuhnya tepat. Siklus haid yang tidak teratur, perdarahan yang tidak seperti biasanya, atau ketidakpastian mengenai tanggal haid terakhir dapat membuat hasil perkiraan menjadi kurang akurat.

Sebaliknya, jika ibu dapat memastikan bahwa siklus haidnya teratur, haid terakhir berlangsung secara normal, dan tanggal hari pertama haid terakhir masih ia ingat, tenaga kesehatan dapat menggunakan informasi tersebut untuk memperkirakan tanggal kelahiran sekaligus mengetahui usia kehamilan ibu.

Perkiraan tersebut berdasarkan pada asumsi bahwa kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu atau 280 hari. Perhitungan ini setara dengan sekitar sembilan bulan kalender atau sekitar sepuluh bulan matahari yang terhitung sejak hari pertama haid terakhir. []

*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 112.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.