Mubadalah.id – Apabila ibu mengalami menstruasi secara rutin setiap empat minggu sekali, kehamilan bisa ibu perkirakan mulai terjadi sekitar dua minggu setelah hari pertama haid terakhir. Karena itu, informasi mengenai tanggal haid terakhir menjadi salah satu data penting dalam memperkirakan usia kehamilan dan waktu persalinan.
Sebelum menggunakan cara tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu ibu pastikan. Pertama, apakah siklus haid ibu selama ini cukup teratur, yaitu berlangsung setiap empat minggu sekali atau sekitar satu bulan sekali.
Kedua, perlu diketahui apakah haid terakhir yang dialami ibu berlangsung secara normal. Hal ini penting untuk memastikan bahwa perdarahan yang terjadi memang merupakan menstruasi seperti biasanya, bukan perdarahan yang jumlahnya jauh lebih sedikit atau lebih banyak dari kondisi normal ibu.
Ketiga, ibu perlu mengingat tanggal berapa hari pertama haid terakhir. Tanggal tersebut kemudian dapat ia gunakan sebagai dasar untuk memperkirakan usia kehamilan dan tanggal persalinan.
Jika ibu tidak dapat memastikan ketiga hal tersebut, perkiraan tanggal kelahiran menggunakan metode ini tidak dapat ibu anggap sepenuhnya tepat. Siklus haid yang tidak teratur, perdarahan yang tidak seperti biasanya, atau ketidakpastian mengenai tanggal haid terakhir dapat membuat hasil perkiraan menjadi kurang akurat.
Sebaliknya, jika ibu dapat memastikan bahwa siklus haidnya teratur, haid terakhir berlangsung secara normal, dan tanggal hari pertama haid terakhir masih ia ingat, tenaga kesehatan dapat menggunakan informasi tersebut untuk memperkirakan tanggal kelahiran sekaligus mengetahui usia kehamilan ibu.
Perkiraan tersebut berdasarkan pada asumsi bahwa kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu atau 280 hari. Perhitungan ini setara dengan sekitar sembilan bulan kalender atau sekitar sepuluh bulan matahari yang terhitung sejak hari pertama haid terakhir. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 112.





Comments are closed.