Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengenal Muntholib Soetomo, Sosok Pelopor Studi Orang Rimba

Mengenal Muntholib Soetomo, Sosok Pelopor Studi Orang Rimba

mengenal-muntholib-soetomo,-sosok-pelopor-studi-orang-rimba
Mengenal Muntholib Soetomo, Sosok Pelopor Studi Orang Rimba
service

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mencatat, penyebutan ‘Orang Rimbo’ pertama kali secara akademis Muntholib Soetomo publikasikan melalui disertasinya di Universitas Padjajaran tahun 1995. Judulnya, “Orang Rimbo: Kajian Struktural-Fungsional Masyarakat Terasing di Makekal, Provinsi Jambi”. Muntholib ceritakan pengalamannya melakukan penelitian tentang kehidupan Orang Rimba. “Hutan itu hidup dan kehidupan mereka, Orang Rimba,” kata akademisi yang menghabiskan pengabdiannya sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha, Jambi itu.  Orang Rimba, katanya,  memiliki tradisi tersendiri tentang bagaimana melindungi perempuan, memilih pemimpin, hingga menjaga lingkungannya. “Orang Rimba tidak buang air (kotoran manusia) ke sungai. Karena itu tempat minum mereka,” katanya. Tidak itu saja. Orang Rimba juga menganggap sungai adalah tempat suci yang mereka yakini sebagai tempat berjalannya para dewa. Peraih gelar profesor ilmu sosial di Universitas Padjajaran ini pertama kali berkenalan dengan  Orang Rimba awal 1980-an. Saat itu dia mendapat tugas dari sebuah lembaga untuk meneliti kemungkinan ada pemukiman Orang Rimba yang berpotensi menjadi desa. Kala itu, akses ke lokasi sangat sulit. “Saya bergerak sendiri, mencari informasi sendiri.” Selanjutnya pada awal 1990-an dia memulai penelitian disertasinya dan tinggal secara intens di Makekal Kabupaten Tebo kurang lebih 4,5 tahun. “Saya tinggal di lokasi, biaya sendiri, tidak ada yang membantu,” katanya. Sungai Air Hitam Sarolangun, Jambi. Foto; Jaka Hendra Baittri/Mongabay Indonesia. Selama tinggal bersama Orang Rimba, pria berdarah Trenggalek ini menemukan banyak praktik yang  menunjukkan hubungan  sangat dekat antara Orang Rimba dan lingkungan hidup. Contoh, ada aturan mengenai lokasi permukiman, larangan mengganggu kuburan anak, hingga larangan buang air di sungai karena dianggap mencemari sumber air minum. Nilai-nilai…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.