Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Mengingat Kembali Asrul Sani, Penulis Skenario Film Lewat Djam Malam dan Nagabonar

Mengingat Kembali Asrul Sani, Penulis Skenario Film Lewat Djam Malam dan Nagabonar

mengingat-kembali-asrul-sani,-penulis-skenario-film-lewat-djam-malam-dan-nagabonar
Mengingat Kembali Asrul Sani, Penulis Skenario Film Lewat Djam Malam dan Nagabonar
service

10 Juni 2026 14.08 WIB • 1 menit

Asrul Sani. (Foto: Dimas Wahyu Indrajaya/Good News From Indonesia)


Industri perfilman Indonesia telah mengalir sejak lama, bahkan sebelum Indonesia menggapai status merdeka. Dari garis waktu yang panjang itulah sejumlah sineas bermunculan lewat mahakarya yang kemudian mencatatkan namanya dalam sejarah perfilman nasional.

Salah satunya ialah Asrul Sani. Sosok kelahiran Rao, Sumatra Barat pada 10 Juni 1925 dikenal sebagai penulis skenario film yang produktif dari era Orde Lama hingga Orde Baru. Selain penulis skenario, ia turut menyutradarai beberapa film.

Namun, Asrul lebih masyhur predikatnya sebagai penulis skenario. Kawan GNFI pernah menyaksikan film Lewat Djam Malam garapan sutradara Usmar Ismail? Skenario film berlatar era revolusi Indonesia ini ditulis oleh Asrul. Lalu film komedi bertemakan perang Nagabonar yang dibintangi aktor Deddy Mizwar skenarionya juga hasil racikan kreativitasnya dalam menulis.

Asrul Sani sendiri telah lama berpulang, tepatnya di Jakarta pada 11 Januari 2004. Namun, sumbangsihnya dalam berkesenian sulit dikesampingkan karena banyaknya film hasil tulisan skenarionya yang memiliki makna kebangsaan.

“Asrul Sani menyebut tugas seni dengan satu frasa yang menjadikan kompas sebagai isi dan tujuan. Bukan propaganda, bukan cuma figura, melainkan medium yang mengubah cara orang melihat diri dan dunianya,” ucap Fauzan Zidni, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia dalam acara “Seabad Setahun Asrul Sani (1925-2026)” yang digelar oleh Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (Hiski) di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

Selain sibuk menulis naskah film, Asrul juga dikenal sebagai politikus. Ia pernah mewakili partai Nahdhatul Ulama (NU) dan Partai Persatuan Pembangunan) di gedung parlemen pada masa Orde Baru.

Sejumlah plakat penghargaan terpampang di ruang pameran

info gambar

Sejumlah plakat penghargaan terpampang di ruang pameran “Seabad Setahun Asrul Sani”. (Foto: Dimas Wahyu Indrajaya/Good News From Indonesia)


Di antara banyaknya koleksi Asrul Sani, terdapat buku berisi tulisan skenario yang dipamerkan di ruang pameran. Tampak Jimmly Asshiddiqie ditemani istri almarhum Asrul Sani, Mutiara Sani Sarumpaet menyaksikan koleksi. (Foto: Dimas Wahyu Indrajaya/Good News From Indonesia)

info gambar

Di antara banyaknya koleksi Asrul Sani, terdapat buku berisi tulisan skenario yang dipamerkan di ruang pameran. Tampak Jimmly Asshiddiqie ditemani istri almarhum Asrul Sani, Mutiara Sani Sarumpaet menyaksikan koleksi. (Foto: Dimas Wahyu Indrajaya/Good News From Indonesia)

“Yang mungkin kurang mendapat perhatian banyak orang dari Asrul Sani adalah politikus. Tiga periode menjadi anggota DPR itu yang jarang dibicarakan orang. Banyak hal romantis dari dirinya dalam berkesenian. Tidak sekadar romantis, tapi ada sesuatu yang sedang diperjuangkannya karena itu saya terkesan,” kata Jimmly Asshiddiqie, ahli hukum tata negara yang turut hadir sebagai pembicara.

Untuk merayakan seabad setahun, Perpusnas mengadakan pameran koleksi dan karya-karya yang telah diciptakan Asrul Sani semasa hidup. Mulai dari naskah skenario, plakat penghargaan, sampai buku-buku tulisan sastra hasil tulisannya tersedia di sana. Pameran bertajuk “Jejak Langkah Kreatif Asrul Sani” ini sendiri berlangsung selama sepekan tepatnya hingga 17 Juni 2026.  

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.