Bapak Presiden sudah mempersiapkan surat ke DPR untuk Rusia dan Belarus sudah meratifikasi perjanjian ini
Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan usai penandatanganan kerja sama antara Indonesia dengan anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) maka hubungan dagang dengan Belarus meningkat.
“Pada kesempatan ini (Forum Bisnis Indonesia-Belarus dan Business Matching) tadi disaksikan 17 MoU, business to business,” kata Menko Airlangga di Jakarta, Selasa, usai menghadiri acara Forum Bisnis Indonesia-Belarus dan Business Matching.
Menurut dia, kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belarus sudah terjalin lama dan kali ini diperkuat penandatanganan dengan anggota EAEU yang meliputi Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia.
Airlangga mengatakan bahwa peningkatan kerja sama tersebut saat ini pada tahap diratifikasi (pengesahan formal terhadap suatu perjanjian internasional) terutama untuk Rusia dan Belarus.
Ia menjelaskan bahwa perdagangan Indonesia dengan Belarus nilainya sekitar 220 juta dolar Amerika Serikat sudah meningkat sejak ditandatanganinya EAEU.
“Kita berharap penandatangan EAEU ini segera diratifikasi. Bapak Presiden sudah mempersiapkan surat ke DPR untuk Rusia dan Belarus sudah meratifikasi perjanjian ini,” ujarnya.
Airlangga berharap nilai investasi dan kerja sama antara Indonesia-Belarus dapat meningkat hingga 500 juta dolar AS dan produk-produk Indonesia dapat dijual di sana.
“Kita berharap dalam waktu dekat bisa mencapai sampai dengan 500 juta dolar AS,” ucapnya.
Airlangga menambahkan bahwa dengan diratifikasi perjanjian kerja sama tersebut maka hampir 90 persen lebih produk Indonesia yang masuk ke EAEU termasuk Belarus tidak dikenakan biaya. Begitu juga sebaliknya, di mana produk Belarus tidak dikenakan biaya.
Airlangga berharap dengan adanya kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko pada awal Juli mendatang dapat mendorong berbagai kesepakatan kerja sama.
“Kunjungan negara ini tentunya diharapkan bisa mendorong kesepakatan dalam 8 Joint Commission Meeting yang dilakukan bulan Mei yang lalu di Belarus. Jadi belum satu bulan mereka sudah hadir kembali dan mereka sangat berharap Indonesia bisa meningkatkan baik investasi maupun perdagangannya,” katanya menambahkan.
Baca juga: Kemenperin perkuat kerja sama manufaktur RI dengan Belarus
Baca juga: RI-Belarus matangkan roadmap jelang kunjungan Presiden Lukashenko
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.