Batang, 31 Mei 2026 – Ratusan kader muda Nahdlatul Ulama (NU), pengurus lintas banom, lembaga, serta komunitas pemuda Kabupaten Batang akan berkumpul dalam Musyawarah Besar (Mubes) Nahdliyin Muda Batang 2026 yang diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026 di Aula Rumah Sakit NU Batang.
Forum ini mengusung tema “Muktamar Kanggo Umat, Dudu Rebutan Jabatan” sebagai ikhtiar menghadirkan ruang refleksi dan konsolidasi gagasan menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama.
Ketua Panitia Mubes Nahdliyin Muda Batang, Candra Yudha Satria, menjelaskan bahwa forum ini lahir dari kegelisahan kalangan muda NU terhadap berbagai dinamika yang berkembang di tubuh organisasi.
“Pertama, Mubes ini berangkat dari kegelisahan anak-anak muda NU ketika melihat berbagai konflik internal yang terjadi di lingkungan PBNU. Kami merasa perlu menghadirkan ruang dialog yang sehat agar warga NU, khususnya generasi muda, dapat menyampaikan aspirasi dan pandangannya secara terbuka demi kemaslahatan organisasi,” ujar Candra.
Menurutnya, kegelisahan kedua adalah cara publik selama ini memandang Muktamar NU yang kerap lebih menyoroti persaingan figur dan perebutan posisi kepemimpinan daripada substansi gagasan yang dibawa.
“Selama ini, ketika orang luar melihat muktamar, yang sering muncul adalah pertanyaan siapa yang akan menjadi ketua, siapa sosok atau figur yang menang. Ribut soal itu. Padahal muktamar sejatinya adalah forum tertinggi untuk merumuskan arah perjuangan organisasi. Karena itu kami mengangkat tema ‘Muktamar Kanggo Umat, Dudu Rebutan Jabatan’. Kami ingin menggeser perhatian dari sekadar soal tokoh menuju pembahasan yang lebih substantif tentang masa depan NU dan kemaslahatan umat,” tegasnya.
Melalui forum ini, Nahdliyin Muda Batang berharap dapat menghimpun berbagai pandangan, kritik, serta rekomendasi strategis yang akan menjadi kontribusi moral bagi perjalanan NU di abad keduanya. Sejumlah isu yang akan dibahas meliputi posisi NU sebagai kekuatan masyarakat sipil (civil society), penguatan tata kelola organisasi, serta peran sosial dan kebudayaan NU di tengah tantangan kebangsaan dan global.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Mubes juga disampaikan oleh Ketua PCNU Kabupaten Batang, K.H. Ahmad Munir Malik. Saat berada di Kota Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji, beliau menyampaikan harapannya agar forum ini menjadi ruang musyawarah yang membawa manfaat bagi jam’iyah dan jama’ah.
“Saya menyambut baik inisiatif Nahdliyin Muda Batang yang menghadirkan forum musyawarah untuk memperkuat tradisi berpikir kritis dan kecintaan terhadap organisasi. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam kehidupan jam’iyah, selama disampaikan dengan adab, musyawarah, dan niat menjaga kemaslahatan bersama. Saya berharap Mubes ini menghasilkan rekomendasi yang konstruktif, memperkuat persatuan warga NU, serta menjadi kontribusi nyata bagi Muktamar NU dan masa depan organisasi,” ujar K.H. Ahmad Munir Malik dari Makkah.
Mubes Nahdliyin Muda Batang dijadwalkan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Gus Nauval Fuad Hasyim, Mohammad Syafi’ Alieha, Gus Roy Murtadho, serta ditutup dengan epilog oleh K.H. Ubaidillah Shodaqoh. Forum ini ditargetkan diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai unsur Nahdliyin di Kabupaten Batang.




Comments are closed.