Tegal, NU Online
NU Care-LAZISNU PBNU mengadakan pelatihan kewirausahaan, penyaluran bantuan gerobak usaha, dan bantuan modal usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tegal, Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Juli 2026, di Gedung PCNU Kota Tegal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas, daya saing, dan kemandirian pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Program tersebut dirancang tidak hanya memberikan dukungan berupa sarana usaha dan tambahan modal, tetapi juga membekali para peserta dengan pengetahuan serta keterampilan praktis dalam mengelola usaha. Melalui pendekatan ini, diharapkan pelaku UMKM mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas peluang pasar.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang meliputi pengelolaan usaha, pengemasan gerobak menarik, pencatatan keuangan sederhana, strategi pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman guna memperkuat jejaring antarpelaku usaha.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan ekonomi tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan modal, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Bantuan modal dan sarana usaha tentu penting, namun yang tidak kalah penting adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha. Dengan pemahaman yang baik tentang pengelolaan bisnis, pemasaran, dan inovasi produk, UMKM akan lebih siap berkembang dan memiliki daya tahan yang kuat menghadapi perubahan pasar.” kata Riri.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen NU Care-LAZISNU PBNU untuk menghadirkan program pemberdayaan yang tidak berhenti pada penyaluran bantuan, melainkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari Kepala Dinas Koperasi UMK dan Perdagangan Kota Tegal, Sirat Mardanus mengajak para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperbaiki tata kelola usaha, serta memperhatikan aspek legalitas agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Karena itu, para pelaku usaha harus terus meningkatkan kualitas produk, memperhatikan legalitas usaha, serta memanfaatkan peluang pasar yang ada agar usahanya dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam penyampaian materinya Sirat menambahkan siap membantu untuk pembuatan legalitas usaha diantaranya ada Nomor Induk Berusaha dan Sertifikasi Halal.
“Pembuatan Nomor Induk Berusaha bisa kami bantu memproses dengan cara kolektif, sedangkan sertifikasi Halal masih ada 53 ribu kuota kosong yang bisa di manfaatkan oleh peserta pelatihan,” tambahnya
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, NU Care-LAZISNU PBNU bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) menyerahkan bantuan gerobak usaha dan modal usaha kepada sejumlah pelaku UMKM yang telah melalui proses seleksi sebagai penerima manfaat Program Keluarga Unggul.
Kontributor: Nur Kholis




Comments are closed.