Surabaya (beritajatim.com) – Seorang oknum guru ngaji di Surabaya berinisial MZ (22), diduga melakukan tindakan asusila. Ia tega mencabuli 7 anak laki-laki dengan rentan usia 10-15 tahun.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan aksi itu dilakukan di tempat para korban belajar akhlak dan ayat suci Al-Quran kepada tersangka. “Aksi pelaku dilakukan di Yayasan tempat korban belajar kepada tersangka di wilayah Genteng,” kata Luthfie, Sabtu (9/5/2026).
Tersangka AH melakukan aksi bejat itu ketika para korban sedang menginap di yayasan Jalan Genteng pada hari Jumat-Minggu. Para korban diminta menginap dan tidur bersama di kamar tersangka. “Antara korban sebenarnya sudah saling mengetahui perbuatan pelaku. Namun karena mungkin takut dengan tersangka, mereka saling menyembunyikan,” terang Luthfie.
Dari pengakuan tersangka, ia sudah melakukan aksi bejat itu sejak tahun 2025 hingga April 2026. MZ mengaku nekat melakukan hal tersebut karena terinspirasi dari film porno. Bejatnya lagi, pelaku mengaku takut dengan dosa zina kepada perempuan dewasa dan memilih melecehkan muridnya. “Motif pelaku adalah memuaskan hasrat seksualnya,” pungkas Lurhfie.
Sementara itu, MZ mengaku jika ia sebenarnya memiliki nafsu dengan perempuan dewasa dan anak laki-laki. Ia mengaku hasrat seksualnya muncul ketika melihat para korban tidur. “Kalau sama pria dewasa gak nafsu,” terangnya. (ang/kun)





Comments are closed.