Jakarta, Arina.id — Pasukan Operation Hadin Kai berhasil menewaskan seorang kamerawan kelompok Islamic State West Africa Province (ISWAP) dalam operasi militer di Negara Bagian Borno, Nigeria. Selain itu, pasukan juga menyita sejumlah materi multimedia yang berisi informasi penting mengenai aktivitas kelompok teroris tersebut, termasuk dugaan keterlibatan pihak asing.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (12/7/2026), Pelaksana Tugas Perwira Informasi Militer Markas Joint Task Force (North East) Operation Hadin Kai, Mohammed Goni, mengatakan bahwa pasukan berhasil menggagalkan upaya penyusupan yang dilakukan ISWAP ke wilayah Cross Kauwa, Kabupaten Kukawa, Negara Bagian Borno.
Menurut Goni, serangan itu terjadi sekitar pukul 22.20 waktu setempat pada Sabtu (11/7/2026). Para teroris berusaha memanfaatkan kegelapan malam untuk menerobos posisi pasukan.
“Pasukan yang siaga dengan cepat mendeteksi pergerakan musuh dan merespons dengan tembakan terkoordinasi serta daya tembak yang sangat kuat, sehingga memaksa para teroris membatalkan misinya untuk menjarah persediaan obat-obatan penanganan kolera dan mundur dalam keadaan kacau setelah mengalami kerugian besar,” kata Goni dikutip dari channelstv.com
Ia menjelaskan, tewasnya seorang kamerawan ISWAP dalam serangan yang gagal tersebut memungkinkan pasukan menyita sebuah kamera video merek Sony yang berisi rekaman sangat sensitif mengenai aktivitas kelompok teroris, termasuk dokumentasi operasi dan materi propaganda.
Dugaan Keterlibatan Teroris Asing
Berdasarkan analisis forensik awal terhadap video terakhir yang direkam sebelum serangan, operasi tersebut diduga dikoordinasikan oleh empat komandan senior ISWAP (Qai’d) bersama tiga fasilitator teroris asing.
Mereka di antaranya seorang warga Arab Palestina yang diidentifikasi sebagai Abu Ishaq, yang diduga berperan sebagai pelatih utama ISWAP; seorang warga Arab Maroko bernama Abu Thaiba, seorang dokter yang bertugas dalam jaringan teroris; serta seorang operator berkebangsaan Arab lainnya yang identitasnya masih belum diketahui.
Menurut Goni, keterlibatan aktif warga negara asing tersebut semakin memperkuat hasil analisis intelijen bahwa ISWAP masih memperoleh dukungan eksternal, keahlian khusus, serta memiliki jaringan teror lintas negara.
Senjata dan Amunisi Disita
Dalam operasi lanjutan untuk memastikan besarnya kerugian yang dialami kelompok teroris, pasukan juga menyita sejumlah amunisi PKT, peluru khusus kaliber 7,62 mm, seragam milik teroris, serta berbagai perlengkapan tempur lainnya.
Analisis awal terhadap citra satelit pasca-pertempuran menunjukkan para teroris mengevakuasi jenazah sejumlah anggotanya yang tewas saat mundur dari lokasi pertempuran.
Informasi tersebut kemudian diperkuat oleh sumber intelijen manusia yang kredibel. Berdasarkan laporan tersebut, kelompok teroris mengalami korban jiwa dalam jumlah besar, sementara banyak anggota lainnya mengalami luka tembak.
Di pihak militer, dua prajurit mengalami luka tembak dalam baku tembak tersebut dan segera dievakuasi menggunakan helikopter untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
“Kedua personel saat ini berada dalam kondisi stabil. Gagalnya upaya penyusupan ini menjadi kemunduran operasional yang signifikan bagi ISWAP serta menambah daftar kerugian besar yang dialami kelompok teroris tersebut setelah operasi ofensif berkelanjutan dan peningkatan tekanan militer di wilayah timur laut Nigeria,” ujar Goni.





Comments are closed.