Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

pengelolaan-sampah-menjadi-tanggung-jawab-bersama
Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama
service

Mubadalah.id – Pengelolaan sampah menjadi salah satu fatwa pertama Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) dalam Musyawarah Keagamaannya. KUPI menyebut bahwa mengelola sampah merupakan bentuk paling sederhana dari praktik tanggung jawab ekologis.

Menurut KUPI, sampah telah menjadi problem besar di era modern. Tingginya tingkat konsumsi manusia menghasilkan limbah dalam jumlah besar, mulai dari sampah organik, plastik, hingga limbah elektronik.

“Jumlah sampah terus meningkat dengan sangat cepat, sementara kesadaran masyarakat masih rendah,” demikian catatan KUPI.

Para ulama perempuan menilai bahwa selama ini banyak orang menganggap sampah bukan sebagai tanggung jawab pribadi. Sampah sering kali dipindahkan kepada pihak lain, seperti petugas kebersihan atau pemerintah, tanpa ada upaya pengelolaan dari sumbernya.

Padahal, pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga menjadi langkah kecil yang akan berdampak besar.

KUPI menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa kita selesaikan hanya dengan pendekatan teknis. Namun, membutuhkan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.

Dalam pandangan keagamaan, mengelola sampah bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi.

Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari tanah, air, dan udara, serta membahayakan makhluk hidup. Kondisi ini memperparah krisis lingkungan yang sudah terjadi.

KUPI mendorong agar pengelolaan sampah menjadi gerakan kolektif. Pesantren, sekolah, komunitas, dan keluarga dapat menjadi ruang awal untuk membangun kesadaran ini.

Melalui pendekatan berbasis nilai keagamaan, KUPI berharap praktik-praktik kecil seperti mengelola sampah dapat menjadi fondasi bagi perubahan ekologis yang lebih besar.

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.