Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Pesan Soeharto saat Lebaran Hari Raya Idulfitri 1971, Ajak Masyarakat Perangi Kemiskinan

Pesan Soeharto saat Lebaran Hari Raya Idulfitri 1971, Ajak Masyarakat Perangi Kemiskinan

pesan-soeharto-saat-lebaran-hari-raya-idulfitri-1971,-ajak-masyarakat-perangi-kemiskinan
Pesan Soeharto saat Lebaran Hari Raya Idulfitri 1971, Ajak Masyarakat Perangi Kemiskinan
service

20 Maret 2026 07.00 WIB • 2 menit

Pesan Soeharto saat Lebaran Hari Raya Idulfitri 1971, Ajak Masyarakat Perangi Kemiskinan


Hari Raya Idulfitri menjadi momen yang dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Lebaran menjadi momen kemenangan bagi umat Muslim setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan.

Pada dasarnya, suasana perayaan Hari Raya Idulfitri tidak jauh berbeda setiap tahunnya. Pada momen ini, setiap keluarga biasanya akan saling berkumpul untuk menikmati suasana di hari besar tersebut.

Tidak hanya itu, masyarakat juga akan saling bersilaturahmi dengan tetangga terdekat untuk saling bermaaf-maafan. Belum lagi berbagai macam hidangan yang secara khusus dibuat pada saat Hari Raya Idulfitri makin memeriahkan momen di waktu Lebaran tersebut.

Mundur beberapa dekade silam, kemeriahan Hari Raya Idulfitri juga pernah berlangsung di Jakarta pada 1971 silam. Pada momen ini, Soeharto yang pada waktu itu menjadi Presiden Indonesia turut memberikan pesan untuk segenap masyarakat.

Bagaimana suasana serta pesan yang diberikan oleh Soeharto pada saat momen Lebaran 1971? Berikut ulasannya.

Suasana Hari Raya Idulfitri di Jakarta pada 1971

Dikutip dari artikel “Suasana Idul Fitri Tenang, Gangguan Keamanan Tidak Menonjol” yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 22 November 1971, suasana Lebaran di Jakarta pada 1971 diketahui berlangsung dengan aman dan tenang. Kemeriahan Lebaran bahkan diketahui sudah mulai terasa beberapa hari sebelumnya.

Jelang momen Lebaran, banyak masyarakat yang memadati jalanan yang ada di Jakarta. Jalan Thamrin dan Sudirman menjadi dua titik yang selalu ramai sebelum momen hari raya ini.

Namun situasi berbeda terlihat begitu Hari Raya Idulfitri. Jalanan yang biasanya ramai oleh banyak orang berubah menjadi sepi. Hujan yang mengguyur Jakarta pada pagi hari saat momen Hari Raya Idulfitri ini juga turut memengaruhi situasi tersebut.

Pihak kepolisian diketahui juga menurunkan armadanya ke beberapa titik untuk mengamankan kondisi Lebaran pada waktu itu. Hal ini sebagai bentuk pencegahan agar momen hari besar ini bisa berlangsung dengan aman dan tenang.

Pesan Soeharto pada Momen Lebaran

Perayaan Hari Raya Idulfitri di Jakarta pada 1971 terpusat di Masjid Istiqlal pada pagi harinya. Masjid Istiqlal turut menggelar salat Idulfitri yang jatuh pada Jumat, 19 November 1971.

Dilihat dari artikel “Pada Sholat Ied: Presiden Adjak Perangi Kemiskinan” dalam surat kabar Indonesia Raya edisi 22 November 1971, puluhan ribu masyarakat diketahui turut hadir di Masjid Istiqlal pada waktu itu. Soeharto serta beberapa pejabat negara lain turut hadir di Masjid Istiqlal pada momen ini.

Pada kesempatan tersebut, Soeharto turut memberikan sambutan di hadapan jamaah yang hadir. Dalam sambutannya, Soeharto memberikan beberapa pesan yang ditujukan untuk masyarakat Indonesia secara umum.

Soeharto menyinggung pesan terkait ajaran Islam yang menyebutkan jika orang yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah orang yang paling bermanfaat untuk sesama. Lewat pesan ini, Soeharto mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk selalu beramal sebanyak-banyaknya dan memberikan manfaat yang baik untuk sesama.

Dalam sambutan ini, Soeharto juga mengajak masyarakat untuk memerangi kemiskinan. Dengan demikian, keadilan sosial untuk segenap masyarakat Indonesia bisa tercapai nantinya.

Terakhir, Soeharto juga mengajak masyarakat agar tidak menjadikan momen Lebaran menjadi ajang pamer kekayaan. Perjalanan pembangunan Indonesia dianggap masih jauh dari apa yang diharapkan pada waktu itu, sehingga kekayaan yang dimiliki tidak perlu dihambur-hamburkan, terlebih jika hanya untuk sekadar ajang pamer saja.

Begitulah suasana serta pesan yang diberikan oleh Soeharto pada saat momen Lebaran Hari Raya Idulfitri 1971 silam.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.