Mon,13 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Pohon Nyamplung Ternyata Bisa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Kandungan Minyaknya Tembus 70%!

Pohon Nyamplung Ternyata Bisa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Kandungan Minyaknya Tembus 70%!

pohon-nyamplung-ternyata-bisa-jadi-bahan-bakar-pesawat,-kandungan-minyaknya-tembus-70%!
Pohon Nyamplung Ternyata Bisa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Kandungan Minyaknya Tembus 70%!
service

Dok. Forest & Kim Starr (Wikimedia)


Agenda transisi energi global menuju era rendah emisi terus berburu sumber bahan baku alternatif yang ramah lingkungan.

Di tengah maraknya perdebatan soal pembukaan lahan, sebuah tanaman pesisir bernama nyamplung mencuri perhatian para peneliti. Tanaman hutan ini dinilai punya masa depan cerah untuk dijadikan fondasi komoditas energi baru terbarukan di Indonesia tanpa perlu memicu konflik kepentingan dengan sektor pangan nasional.

Kunci kehebatan tanaman ini terletak pada bagian dalam buahnya. Biji nyamplung memiliki kandungan minyak yang sangat pekat dengan persentase hasil ekstraksi mencapai 60 hingga 70 persen dari total bobotnya.

Tingginya angka produktivitas minyak biologis ini pun membuat nyamplung sebagai salah satu kandidat pohon hutan paling potensial untuk memproduksi massal berbagai varian bahan bakar nabati modifikasi.

Cairan minyak yang diperas dari biji tanaman ini tidak hanya mentok diolah menjadi minyak tanah nabati (biokerosin) atau solar sawit (biodiesel). Lebih dari itu, formula kimianya sangat adaptif untuk dimurnikan menjadi avtur hijau alias Sustainable Aviation Fuel (SAF), yang kini tengah diburu oleh industri penerbangan internasional guna menekan polusi karbon di udara.

“Produktivitas tanaman yang relatif tinggi menjadikan nyamplung sebagai salah satu kandidat unggulan tanaman energi berbasis tanaman hutan,” ujar Peneliti Pusat Riset Botani Terapan (PRBT) BRIN, Budi Leksono.

Penyelamat Lahan Tandus dan Penyerap Karbon Raksasa

Di samping urusan isi tangki bahan bakar, karakteristik ekologis pohon nyamplung membawa keuntungan besar bagi program perbaikan lingkungan hidup di tanah air.

Tanaman ini merupakan flora asli nusantara yang punya daya tahan hidup luar biasa tinggi. Pohon ini sanggup tumbuh dengan kokoh di atas area lahan marginal, tanah terdegradasi, maupun kawasan pesisir gersang yang sudah tidak bisa ditanami oleh komoditas sayur dan padi.

Kemampuan adaptasi yang “bandel” ini membuka peluang besar untuk memproduktifkan kembali jutaan hektare lahan tidur dan wilayah kritis yang tersebar di berbagai pulau. Penanaman pohon secara masif otomatis bertindak sebagai sabuk hijau pelindung pantai sekaligus mempercepat pemulihan ekosistem lokal yang rusak akibat abrasi.

Dari kacamata mitigasi iklim, nyamplung juga dikenal memiliki kapasitas metabolisme yang sangat aktif dalam menyerap gas karbon dioksida dari udara bebas. Karakteristik ini menjadikannya instrumen strategis bagi pemerintah dalam mengejar target Net Zero Emission lewat metode penghijauan wilayah pesisir.

Nol Limbah dan Peluang Ekonomi Warga Pesisir

Guna memaksimalkan nilai ekonominya, pengolahan komoditas ini diadopsi menggunakan sistem ekonomi sirkular yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Konsep ini memastikan bahwa proses produksi bioenergi tidak akan menyisakan tumpukan sampah baru di lingkungan sekitar.

Setelah minyak dari biji nyamplung diperas habis, sisa residu padatnya yang berupa potongan tempurung dan ampas kering akan diolah kembali menjadi produk bahan bakar padat berbentuk pellet, campuran biochar, arang aktif kualitas tinggi, hingga campuran pakan ternak padat protein.

Tidak berhenti di situ, limbah cair berupa getah resin dan gliserol hasil sampingan pembuatan biodiesel juga ditampung untuk diracik menjadi ramuan obat biofarmaka serta bahan baku pembuatan sabun mandi organik.

Siklus produksi yang bersih dan komplet ini diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

Mulai dari sektor pembibitan pohon, jasa pengumpulan buah jatuh, hingga ke tahap pengolahan awal bahan baku di tingkat desa bisa digarap langsung oleh warga setempat untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga secara mandiri.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.