Thu,27 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Bahaya Terlalu Sering Makan Tepung-tepungan untuk Tubuh Menurut Dokter Gizi

Bahaya Terlalu Sering Makan Tepung-tepungan untuk Tubuh Menurut Dokter Gizi

bahaya-terlalu-sering-makan-tepung-tepungan-untuk-tubuh-menurut-dokter-gizi
Bahaya Terlalu Sering Makan Tepung-tepungan untuk Tubuh Menurut Dokter Gizi
service

Jakarta

Makanan dari olahan tepung sangat dekat dengan kebiasaan makan orang Indonesia. Mulai dari gorengan, bakso, seblak hingga cemilan lainnya, rasanya memang nikmat memanjakan lidah.

Tapi, tahukah Bunda jika terlalu sering mengonsumsi makanan bertepung bisa berdampak buruk pada tubuh? Dikatakan dokter spesialis gizi, dr. Ulfa Yaze, Sp.GK, jika makanan yang terbuat dari olahan tepung hanya membuat rasa kenyang bertahan sebentar, Bunda.

Hal ini membuat rasa lapar cepat kembali datang, lalu membuat keinginan untuk ngemil pun meningkat. Hal ini tentunya dapat menyumbang kalori yang lebih banyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi kalau misalnya sering makan yang digoreng dan bertepung kayak gini, yang pertama karena tepung itu kan karbohidrat simpleks tadi. Jadi pasti akan bikin kamu cepat lapar lagi,” jelas dr Yaze.

Dampak banyak mengonsumsi makanan bertepung

Selain mudah lapar kembali, mengonsumsi makanan berbahan tepung dapat membuat tubuh cepat merasa ngantuk dan lemas. Karbohidrat sederhana yang terkandung di dalam tepung, akan lebih cepat dipecah menjadi glukosa dan terserap ke dalam darah. Kondisi ini juga dapat memIcu kadar glukosa darah dapat meningkat cepat setelah makan olahan tepung.

Respon tubuh kemudian akan mengeluarkan insulin untuk membantu memasukkan glukosa dari darah ke dalam sel. Namun, setelah lonjakan tersebut, kadar glukosa bisa turun kembali, Bunda.

Nah, pada sebagian orang, perubahan kadar glukosa dan respons insulin bisa menimbulkan rasa lemas, mengantuk, dan sulit berkosentrasi. Dalam istilah umum, kondisi ini disebut sebagai sugar crash.

“Habis itu bisa bikin kamu cepat ngantuk juga. Lama-lama habis makan yang karbohidratnya tinggi, lemak tinggi, ya jadinya ngantuk, lemes,” kata dr Yaze dikutip dari detikcom.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.