Tue,28 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Pra-Muktamar NU, LP Ma’arif Usulkan Reformasi Kurikulum Pendidikan untuk Cegah Kekerasan

Pra-Muktamar NU, LP Ma’arif Usulkan Reformasi Kurikulum Pendidikan untuk Cegah Kekerasan

pra-muktamar-nu,-lp-ma’arif-usulkan-reformasi-kurikulum-pendidikan-untuk-cegah-kekerasan
Pra-Muktamar NU, LP Ma’arif Usulkan Reformasi Kurikulum Pendidikan untuk Cegah Kekerasan
service

Jakarta, NU Online

Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong reformasi kurikulum sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang aman, bermartabat, ramah anak, dan bebas dari kekerasan.

Ketua LP Ma’arif PBNU Prof Muhammad Ali Ramdhani menegaskan bahwa pencegahan kekerasan tidak cukup dilakukan melalui penegakan aturan, tetapi juga harus dimulai dari proses pembelajaran yang berlangsung di lingkungan pendidikan.

Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Pra-Muktamar Ke-35 NU bertema Kekerasan di Lembaga Pendidikan Berasrama: Membangun Tata Kelola yang Aman, Bermartabat, Ramah Anak, dan Bebas dari Kekerasan di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Prof Ali mengatakan materi mengenai organ reproduksi dan bagian tubuh yang harus dijaga kehormatan serta martabatnya perlu diajarkan secara tepat melalui kurikulum pendidikan. Materi tersebut dapat disampaikan melalui pelatihan, kajian, maupun pengajian kitab yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

“Informasi bisa dalam pelatihan, kajian, ataupun pengajian kitab tentang organ-organ reproduksi, organ-organ manusia yang harus dijaga martabatnya. Ini harus diajarkan sedemikian rupa melalui kurikulum. Kemudian perlu disiapkan modul, buku, dan literatur yang mendukung pembelajarannya,” ujarnya.

Selain pembenahan kurikulum, Prof Ali menekankan pentingnya penguatan tata kelola lembaga pendidikan. Menurutnya, pencegahan dan penanganan kekerasan hanya akan berjalan efektif apabila dirancang secara sistematis, mulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pencegahan kekerasan seksual, penyediaan sarana dan prasarana, penguatan kerja sama dengan berbagai instansi, hingga evaluasi dan pemantauan secara berkala.

“Jadi semuanya harus dilakukan dengan baik dan melalui koordinasi yang kolaboratif,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya mewujudkan pendidikan yang bermartabat juga harus didukung melalui sosialisasi dan publikasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta pengembangan kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Ketua PBNU Alissa Qotrunnada Wahid mengatakan rekomendasi mengenai penyusunan kurikulum pencegahan kekerasan akan diperdalam dalam pembahasan Muktamar Ke-35 NU agar menghasilkan kebijakan yang lebih komprehensif.

“Rekomendasi penyusunan kurikulum (pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan) nanti akan masuk Komisi Rekomendasi yang akan ditujukan kepada Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.