Arina.id – Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, mengatakan Prancis akan mendukung kemungkinan penetapan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris dunia. Hal ini disampaikannya melalui akun media sosial X miliknya, Rabu 28 Januari 2026.
“Prancis akan mendukung penetapan Korps Garda Revolusi Islam dalam daftar organisasi teroris Eropa. Rezim harus segera membebaskan tahanan, mengakhiri eksekusi, mencabut blokade digital, dan mengizinkan misi pencarian fakta Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan di Iran,” tulis Barrot di akun X miliknya.
Dia mengatakan, negara-negara Eropa lainnya akan mengadopsi sanksi pada Kamis hari ini, 29 Januari 2026, dalam pertemuan menteri luar negeri di Brussels terhadap mereka yang bertanggung jawab atas “penindasan yang tak tertahankan” terhadap pemberontakan rakyat Iran. “Mereka akan dilarang memasuki wilayah Eropa dan aset mereka akan dibekukan,” tambah Barrot.
Iran telah diguncang oleh gelombang protes sejak 28 Desember di Grand Bazaar Tehran karena depresiasi tajam rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian menyebar ke kota-kota lain.
Para pejabat Iran menuduh AS dan Israel mendukung “perusuh bersenjata” untuk menciptakan dalih bagi intervensi asing dan memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan memicu respons “cepat dan komprehensif”.
Juru Bicara Kemenlu Iran Esmaeil Baghaei memperingatkan bahwa “dampak tidak aman pasti akan memengaruhi semua orang” di tengah laporan bahwa aktor-aktor regional telah secara langsung meminta bantuan kepada Presiden AS Donald Trump, dengan mengatakan bahwa armada AS sedang menuju ke Teluk pada Kamis pekan kemarin.
Baghaei juga mengatakan, Teheran percaya negara-negara Eropa lebih bijaksana dan berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam perangkap godaan jahat dari pihak-pihak non-Eropa (merujuk pada Amerika dan Israel). Pernyataan Baghaei ini berkaitan dengan rencana Uni Eropa mempertimbangkan memasukkan IRGC sebagai organisasi teroris setelah pemungutan suara di Parlemen Eropa.
Sekutu-sekutu pemerintah Iran yang tersisa–proxy poros perlawanan–yang pada perang singkat Juni tahun lalu belum melakukan tindakan apa pun, kali ini telah memberi sinyal bakal terlibat kalau terjadi perang dan siap menyerang kepentingan AS dan Israel.





Comments are closed.