Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Preferensi Anak Laki-laki Perkuat Ketimpangan Gender Sejak Dini

Preferensi Anak Laki-laki Perkuat Ketimpangan Gender Sejak Dini

preferensi-anak-laki-laki-perkuat-ketimpangan-gender-sejak-dini
Preferensi Anak Laki-laki Perkuat Ketimpangan Gender Sejak Dini
service

Mubadalah.id – Preferensi terhadap anak laki-laki masih menjadi praktik yang ditemukan di berbagai masyarakat dan berkontribusi terhadap ketimpangan gender antara laki-laki dan perempuan sejak usia dini.

Di sebagian keluarga, anak laki-laki sering memiliki nilai lebih tinggi daripada anak perempuan. Penilaian ini didasarkan pada anggapan bahwa laki-laki dapat memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar, mendukung orang tua di masa tua, serta melanjutkan garis keturunan keluarga.

Akibatnya, anak perempuan kerap menerima perlakuan yang berbeda sejak lahir. Dalam beberapa kasus, bayi perempuan memperoleh asupan air susu ibu yang lebih sedikit serta tidak mendapatkan kesempatan menyusu dalam jangka waktu yang sama dengan bayi laki-laki.

Setelah memasuki masa pertumbuhan, perbedaan perlakuan ini masih berlanjut. Anak perempuan sering kali mendapatkan porsi makanan yang lebih sedikit serta akses yang terbatas terhadap layanan kesehatan. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan kesehatan mereka secara keseluruhan.

Selain itu, kesempatan pendidikan bagi anak perempuan juga cenderung lebih terbatas. Banyak anak perempuan tidak dapat melanjutkan pendidikan hingga tingkat yang lebih tinggi atau bahkan tidak memperoleh akses pendidikan sama sekali. Keterbatasan ini berdampak pada peluang kerja dan kemandirian ekonomi di masa depan.

Praktik preferensi terhadap anak laki-laki tersebut memperkuat ketimpangan gender dalam jangka panjang. Ketika perempuan tidak memperoleh akses yang setara sejak awal kehidupan, maka peluang mereka untuk berkembang menjadi semakin terbatas.

Situasi ini menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan kesetaraan gender perlu kita mulai sejak dini, termasuk dalam lingkungan keluarga. Perlakuan yang setara terhadap anak laki-laki dan perempuan menjadi langkah penting dalam menciptakan kondisi yang lebih adil dalam masyarakat. []

*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.