Sat,15 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Proyek Gas Masela, Ancaman Laut Indonesia

Proyek Gas Masela, Ancaman Laut Indonesia

proyek-gas-masela,-ancaman-laut-indonesia
Proyek Gas Masela, Ancaman Laut Indonesia
service

Pemerintah baru saja mengesahkan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek gas alam di Blok Masela di Perairan Arafura. Persetujuan ini membuka jalan bagi pengembangan salah satu proyek gas alam terbesar yang sempat mandeg beberapa tahun itu. Langkah ini menuai kritikan dari para pihak. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyebut, Blok Masela akan menghasilkan miliaran kaki kubik gas per hari dan menjadi tulang punggung produksi LNG Indonesia. Karena itu, pemerintah nilai proyek ini sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi dan mendukung transisi energi nasional karena lebih rendah karbon. Sejumlah organisasi masyarakat sipil mengkritik keputusan pemerintah yang ngotot meneruskan proyek bernilai lebih dari Rp300 triliun itu. Selain mengkhawatirkan dampak sosial dan ekologis, mereka menilai rencana itu mengancam ambisi pemerintah memenuhi target net zero emission pada 2060. Novita Indri, Juru kampanye Trend Asia mengatakan, narasi pemerintah yang menyebut gas alam sebagai energi bersih tak sepenuhnya benar. Pasalnya, gas alam masih termasuk dalam kelompok energi berbahan fosil yang itu berarti tetap menghasilkan emisi. Dia pun sayangkan langkah pemerintah yang tetap memasukkan energi kotor ini ke dalam Rencana Umum Penyediaan Listrik (RUPTL) tahun 2025-2035. Menurut dia, dengan masuknya gas ke dalam RUPTL, berarti ekspansi sumber-sumber energi berbasis fosil akan terus terjadi. Keputusan itu juga Novita nilai sebagai bentuk inkonsistensi dalam upaya mengejar target net zero emission. Pemerintah, kata dia, masih menjadikan energi fosil sebagai tulang punggung energi nasional. “Ini membuktikan bahwa pemerintah masih setengah hati dan belum benar-benar ikhlas untuk meninggalkan energi fosil ini. Padahal, dari hulu hingga hilir, penggunaan gas…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.