Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh pada 26 November 2025 lalu, tidak hanya merenggut korban jiwa tetapi juga menghapus permukiman masyarakat dari peta. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, diperkirakan sekitar 22 desa dan dusun di tujuh kabupaten dilaporkan hilang. Wilayah terdampak tersebar di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya. “Permukiman di desa-desa tersebut lenyap, terseret arus banjir bandang dan longsor,” kata Murthalamuddin, Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Selasa (6/1/2026). Kondisi pertokoan di Kota Kuala SImpang, Ibu Kota Aceh Tamiang, Aceh, setelah banjir bandang. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia Di Kabupaten Aceh Tamiang, sejumlah desa yang dinyatakan hilang berada di Kecamatan Sekerak, yakni Desa Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang. Di Aceh Utara, satu dusun di Desa Guci, serta wilayah Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dusun Rayeuk Pungkie di Kecamatan Sawang dan Langkahan, juga dinyatakan hilang. Di Kabupaten Nagan Raya, tepatnya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Desa Kuta Teungoh dan Babah Suak, rusak parah sehingga tidak dapat dihuni kembali. Di Aceh Tengah, desa-desa di Kecamatan Ketol dan Kecamatan Bintang, yakni Desa Bintang Pupara dan Kalasegi, hanya menyisakan beberapa rumah dengan kondisi rusak berat. “Di Gayo Lues, sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor,” ujar Murthalamuddin. Adapun di Aceh Tenggara, satu dusun di Kecamatan Ketambe hilang, sementara di Pidie Jaya, satu dusun di Desa Blang Awe turut lenyap.…This article was originally published on Mongabay
Puluhan Desa di Aceh Hilang Akibat Banjir Bandang
Puluhan Desa di Aceh Hilang Akibat Banjir Bandang





Comments are closed.