Mon,1 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Rais Aam PBNU Sebut Harapan Pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026

Rais Aam PBNU Sebut Harapan Pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026

rais-aam-pbnu-sebut-harapan-pelaksanaan-muktamar-ke-35-nu-pada-1-5-agustus-2026
Rais Aam PBNU Sebut Harapan Pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026
service

Tuban, NU Online

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar mengharapkan tanggal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada awal 1-5 Agustus 2026.

“Pelaksanaan Muktamar NU pada awal Agustus tanggal 1-5 Agustus itu sudah siklus Muktamar, karena Muktamar sebelumnya di Jombang juga Agustus,” katanya saat menutup Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim di Pesantren Sunan Bejagung 2, Tuban, Ahad (12/4/2026) diberitakan NU Online Jatim.

Di hadapan ratusan peserta Muskerwil dari pengurus harian dan banom/lembaga PWNU serta PCNU se-Jatim, ia menjelaskan tempat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang belum ada kepastian.

“Soal tempat, kita rapatkan dulu, apakah Surabaya atau Jakarta, bisa juga pesantren, apakah di Pesantren Walisongo, Situbondo asuhan KH Cholil Asad atau pesantren tuan guru di NTB yang juga sudah lama minta, ataukah di Sumbar yang didukung tiga provinsi,” ujar Kiai Miftach.

Selain hal teknis, kata Kiai Miftach, hal penting adalah sejarah NU yang lahir dari kalangan pesantren. Jadi, sejarah pesantren itu sudah ada sejak Rasulullah yakni ashabush shuffa yang menjadi tempat kaderisasi santri dari berbagai negara, seperti Abu Hurairah kaderisasi Rasul jadi tokoh besar atau Gubernur di Mesir, Shalahuddin Al-Ayyubi, dan banyak tokoh besar lain.

Dalam sejarahnya, tokoh-tokoh pesantren yang melahirkan NU antara lain Syekh Nawawi yang menerima isyaroh dan akhirnya isyaroh itu dijalankan Syeikhona Cholil dengan mengirim tiga simbol yakni QS Thoha ayat 17-23, tongkat, dan tasbih. Selain itu, muassis NU juga sudah menegaskan amanah itu dalam Qonun Asasi NU.

“Masalahnya, NU sekarang belum melaksanakan simbol yang dilambangkan tongkat Nabi Musa yang sakti dalam membasmi kemaksiatan dan menyejahterakan umat dengan mengais tanaman atau rezeki. Faktanya, warga NU yang mencapai 87 persen dari 95 persen Muslim Indonesia itu masih unggul ekonomi sekitar 30 persen,” terangnya.

Saat pembukaan Muskerwil, Wakil Rais PWNU Jatim, KH Abd Matin Djawahir, juga meminta untuk mengembalikan NU pada Qonun Asasi dan meneguhkan kembali peran Syuriyah sebagai pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama. Ia menyampaikan sejumlah pesan Rais PWNU Jawa Timur, KH Anwar Manshur untuk dicermati dan ditindaklanjuti yang berbentuk maklumat Rais PWNU Jatim.

Pertama, mendukung suksesnya Muktamar NU pada bulan Agustus 2026. Kedua, penentuan tempat dan tanggal Muktamar mengikuti keputusan Rais Aam PBNU. Kiai Matin meminta NU tetap berpegang terhadap Qonun Asasi. NU didirikan ibarat kiai dan santri. Rais Aam ibarat kiai, sedang Ketua Umum ibarat pengurus pondok.

Menurutnya, memasuki abad kedua NU, penting untuk mengembalikan ruh Qonun Asasi dan menempatkan Rais Aam sebagaimana posisi awalnya. Ia juga mengingatkan agar tidak ada lembaga apapun yang posisinya melebihi Rais Aam.

“Jangan sampai ada lembaga di atas PBNU, apapun namanya. Tidak boleh ada yang lebih tinggi dari Rais Aam dan tidak boleh ada yang menghakimi Rais Aam. Supremasi Syuriyah harus betul-betul kita perhatikan,” pungkasnya.

Harapan Rais Aam PBNU dan Rais PWNU Jatim itu dirumuskan peserta Muskerwil dalam masukan/usulan untuk Munas/Konbes dan Muktamar ke-35 NU, di antaranya tiga pilar pendampingan pemberdayaan ekonomi (UMKM, hilisari pertanian/perhutanan sosial, Filantroopi/ZIS), Layanan Kesehatan/farmasi berbasis jamaah RSNU/klinik, pelembagaan Aswaja dan AHWA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.