Tangerang Selatan, Arina.id—Sebanyak 150.703 peserta telah mendaftarkan diri pada platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar yang disediakan Kementerian Agama (Kemenag) pada Ramadhan 1447 H ini. Pelatihan diadakan untuk meningkatkan kompetensi di berbagai bidang operasional dan fungsional Kemenag.
Banyaknya angka pendaftar menunjukkan minat masyarakat untuk ikut pelatihan. Angka tersebut terbagi dalam tiga kategori utama pelatihan, yakni Pelatihan Pendidikan (112.725 pendaftar), Pelatihan Administrasi (30.306), dan Pelatihan Keagamaan (7.672).
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki mengapresiasi semangat warga, baik ASN maupun non-ASN, yang tetap memprioritaskan pengembangan diri di tengah kesibukan menjalankan ibadah Ramadan.
“Angka 150.703 ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Ini adalah potret nyata dedikasi dan komitmen SDM kita untuk terus tumbuh. Di tengah kekhusyukan Ramadan, semangat untuk belajar tidak luntur. Kami melihat ini sebagai langkah konkret menuju transformasi birokrasi yang lebih profesional,” ujar di Ciputat Tangerang Selatan, Banten, Kamis (5/3/2026).
Mastuki juga menekankan bahwa akses pendidikan yang dibuka melalui MOOC Pintar bertujuan untuk mendemokratisasi ilmu pengetahuan agar bisa diakses kapan saja dan di mana saja.
“Satu ilmu yang dipelajari hari ini adalah investasi manfaat yang akan mengalir luas bagi masyarakat esok hari. Kami mengajak seluruh peserta untuk segera menyelesaikan pelatihannya dengan tuntas,” kata Mastyki.
Dia mendorong agar momentum Ramadhan bukan hanya sebagai peningkatan spiritual, tapi juga peningkatan kompetensi (skill) untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat.
Platform MOOC Pintar sendiri merupakan inovasi digital Kemenag yang dirancang untuk mempermudah pelatihan mandiri secara daring.
Dengan jumlah pendaftar yang fantastis pada periode Maret ini, Kemenag optimistis kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan dan keagamaan akan meningkat secara signifikan.
“Bagi peserta yang sudah terdaftar, diharapkan segera mengakses materi dan menyelesaikan kuis serta evaluasi yang tersedia di platform untuk mendapatkan sertifikat kompetensi resmi,” imbuh Mastuki.





Comments are closed.