Arina.id – Baru-baru ini beredar video podcast pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel dari kelompok sayap kanan ekstream (Otzma Yahudit), Itamar Ben-Gvir, yang menyerukan peningkatan serangan udara di Jalur Gaza dan meminta Israel membunuh puluhan warga Palestina setiap malam. Ia juga menyerukan pembangunan permukiman warga Israel di Gaza dengan mengorbankan penduduk asli Palestina.
Ben-Gvir, memang dikenal sangat keras terhadap warga Gaza Palestina. Dalam podcast bersama Rom Braslavski pada Oktober 2023 yang potongan videonya kembali viral itu, terungkap kalau ia mengatakan pasukan Israel harus terus membom Gaza setiap malam dan membunuh warga Gaza.
“Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka seharusnya tidak hidup. Mereka bahkan bukan manusia,” tambah Ben-Gvir sambil menyerukan pembunuhan terarah terhadap warga Palestina di Gaza, demikian dikutip dari Aljazeera.
Pernyataan tersebut merupakan yang terbaru dalam rekor panjang pernyataan ekstrem dari Ben-Gvir, yang duduk di pemerintahan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mengendalikan layanan kepolisian serta penjara Israel. Menteri sayap kanan ekstrem ini telah memiliki pengaruh kuat di Israel saat negara itu menuju pemilihan umum pada 27 Oktober 2023.
Kepada Braslavski, Ben-Gvir mengaku tidak setuju dengan keputusan Netanyahu mengendorkan serangan militer ke Gaza di bawah “gencatan senjata” saat ini, dan malah meminta militer Zionis melakukan pembunuhan lebih terarah. Padahal sebenarnya ia tidak memiliki otoritas formal atas militer dan tidak dapat memerintahkan serangan sendiri, meskipun posisinya kuat di kabinet keamanan Israel, kelompok menteri senior yang membantu membentuk kebijakan perang dan keamanan.
Ben-Gvir berjanji kepada Braslavski akan berusaha mengizinkannya ikut serta secara pribadi jika tahanan dieksekusi berdasarkan undang-undang hukuman mati Israel yang baru saja diberlakukan bagi warga Palestina yang terlibat dalam serangan mematikan terhadap warganya.
“Saya punya permintaan pribadi, dan saya benar-benar menatap mata Anda, menteri. Biarkan saya yang menggantung mereka,” kata Braslavski kepada Ben-Gvir.
“Aku tidak mau tali; Aku mau tombol di pistol. Dengan tangan saya sendiri, saya akan mengeksekusi setiap teroris di negara Israel,” kata Braslavski.
Ben-Gvir menjawab: “Saya akan membalikkan dunia agar itu terjadi. Aku janji akan melakukan segala yang aku bisa dan membalikkan dunia sampai itu terjadi.”
Dalam diskusi tersebut, Ben-Gvir juga menyerukan agar warga Palestina didorong untuk meninggalkan Gaza secara permanen, bersamaan dengan pemukiman baru Israel di wilayah tersebut. Ia kemudian mengatakan kepada Braslavski bahwa ia melihat “seluruh Gaza sebagai milik kita (Israel)”, sebuah komentar yang telah ia ulangi berkali-kali.
Percakapan podcast tersebut memantik reaksi dunia. Pengacara internasional telah memperingatkan bahwa emigrasi massal, paksa, atau rekayasa semacam ini bisa dianggap sebagai pembersihan etnis. Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 1.250 orang di Gaza sejak “gencatan senjata” mulai berlaku pada bulan Oktober, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Komentar Ben-Gvir mengikuti pola yang telah berlangsung selama beberapa dekade, sejak keterlibatannya ketika remaja dengan gerakan nasionalis terlarang Kahanis. Sebagai menteri, ia memperjuangkan hukuman mati sebagai hukuman default bagi warga Palestina yang divonis atas serangan mematikan, dan membanggakan kondisi buruk para tahanan Palestina.
Selasa, 8 Agustus 2026, Komisi Eropa mendesak Israel agar mematuhi hukum internasional menyusul viralnya pernyataan Ben-Gvir, yang menyerukan pembunuhan puluhan warga Palestina di Gaza setiap malam. Seperti disampaikan Juru bicara Komisi Eropa Anitta Hipper, Israel harus memenuhi seluruh kewajibannya berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.
“Uni Eropa mengharapkan Israel mematuhi seluruh kewajibannya berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional,” kata Hipper dalam konferensi pers Komisi Eropa di Brussels, dikutip dari Anadolu.
Ia menegaskan perlindungan terhadap warga sipil harus dipastikan setiap saat. “Saya juga ingin mengingatkan bahwa saat ini ada proposal di Dewan Uni Eropa untuk memasukkan Ben-Gvir ke dalam daftar sanksi berdasarkan rezim sanksi global Uni Eropa terkait hak asasi manusia,” katanya.





Comments are closed.