Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Rel Bersejarah yang Tetap Bergerak: KAI Perkuat Konektivitas dan Logistik Sumatera Selatan

Rel Bersejarah yang Tetap Bergerak: KAI Perkuat Konektivitas dan Logistik Sumatera Selatan

rel-bersejarah-yang-tetap-bergerak:-kai-perkuat-konektivitas-dan-logistik-sumatera-selatan
Rel Bersejarah yang Tetap Bergerak: KAI Perkuat Konektivitas dan Logistik Sumatera Selatan
service

Peran transportasi berbasis rel di Sumatera Selatan terus menunjukkan kontribusi penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional. Sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat konektivitas nasional, KAI Group terus mengoptimalkan layanan yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, pelabuhan, hingga bandara.

Lebih dari sekadar moda transportasi, jaringan rel di Sumatera Selatan juga menjadi bagian dari sejarah panjang pembangunan wilayah yang telah berlangsung lebih dari satu abad. Dari masa kolonial hingga era modern, kereta api tetap menjadi tulang punggung konektivitas dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Dari Jalur Kolonial hingga Penghubung Ekonomi Modern

Sejarah perkeretaapian Sumatera Selatan dimulai pada tahun 1914 ketika pemerintah kolonial Belanda melalui Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS) membangun jaringan rel yang menghubungkan Pelabuhan Panjang di Lampung dengan wilayah pedalaman Sumatera Selatan. Jalur tersebut dibangun untuk mendukung pengangkutan hasil bumi, hasil hutan, hingga komoditas tambang yang menjadi andalan kawasan tersebut.

Perkembangan penting terjadi pada 1 November 1915 saat jalur Kertapati–Prabumulih sepanjang 78 kilometer mulai beroperasi. Kehadiran jalur ini menjadikan Stasiun Kertapati sebagai salah satu simpul utama perkeretaapian di Palembang, sementara Prabumulih berkembang menjadi titik strategis yang menghubungkan berbagai wilayah di Sumatera Selatan.

Pembangunan rel kemudian terus berlanjut menuju kawasan tambang dan sentra ekonomi. Jalur Prabumulih–Gunung Megang mulai beroperasi pada 1916 dan diperpanjang hingga Muara Enim serta Tanjung Enim. Pengembangan berikutnya menjangkau Lahat, Tebing Tinggi, Muara Saling, hingga Lubuklinggau pada tahun 1933.

Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan jaringan rel beralih kepada bangsa Indonesia melalui Djawatan Kereta Api. Hingga kini, jalur tersebut tetap memainkan peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi komoditas di wilayah Sumatera bagian selatan.

Layani Lebih dari 2,3 Juta Pelanggan dalam Lima Bulan

Pada era modern, fungsi perkeretaapian di Sumatera Selatan semakin berkembang. Selain melayani perjalanan antarkota, transportasi berbasis rel juga menjadi bagian dari sistem mobilitas perkotaan yang mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

KAI saat ini mengoperasikan sejumlah layanan utama seperti KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuklinggau PP, KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuklinggau PP, serta KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang PP.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan kereta api penumpang Divre III Palembang melayani sebanyak 500.563 pelanggan. Sementara itu, LRT Sumsel yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat di Palembang, termasuk Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, melayani 1.815.017 pelanggan pada periode yang sama.

Dengan capaian tersebut, total pelanggan transportasi berbasis rel KAI Group di Sumatera Selatan mencapai 2.315.580 orang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan sejarah panjang perkeretaapian Sumatera Selatan membuktikan bahwa rel sejak awal hadir sebagai penghubung pusat kota, wilayah pedalaman, kawasan produksi, dan pelabuhan.

“Sejarah perkeretaapian Sumatera Selatan menunjukkan bahwa rel sejak awal hadir sebagai penghubung pusat kota, wilayah pedalaman, kawasan produksi, dan pelabuhan. Peran itu terus berlanjut dalam layanan KAI Group saat ini melalui kereta api penumpang, layanan barang, serta LRT Sumsel yang melayani akses menuju kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II,” ujar Anne.

Angkutan Barang Jadi Penopang Logistik Regional

Selain melayani penumpang, kereta api juga memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran distribusi berbagai komoditas strategis di Sumatera bagian selatan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan angkutan barang Divre III Palembang mencatat volume angkutan mencapai 11,66 juta ton.

Komoditas yang diangkut meliputi batu bara, bahan bakar minyak (BBM), pulp, serta berbagai komoditas lainnya yang mendukung aktivitas industri dan ekonomi daerah.

Besarnya volume angkutan tersebut menunjukkan pentingnya kereta api dalam ekosistem logistik nasional. Dengan kapasitas besar, jadwal operasional yang terencana, serta konektivitas menuju sentra produksi dan pelabuhan, kereta api mampu membantu menekan biaya distribusi dan meningkatkan efisiensi rantai pasok.

Anne menegaskan bahwa kekuatan perkeretaapian Sumatera Selatan terletak pada kombinasi sejarah panjang, jaringan yang terhubung dengan pusat kegiatan ekonomi, serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

“Rel di Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang sebagai penghubung masyarakat dan ekonomi daerah. Dengan kapasitas besar dan jaringan yang terhubung ke simpul produksi, kereta api membantu logistik lebih efisien, menjaga pasokan, serta mendukung harga yang lebih terkendali,” kata Anne.

Menurutnya, KAI Group akan terus memperkuat peran perkeretaapian Sumatera Selatan sejalan dengan arah pembangunan konektivitas nasional.

“Dengan sejarah yang kuat dan kebutuhan mobilitas yang terus tumbuh, rel di Sumatera Selatan menjadi bagian penting dalam menghubungkan masyarakat, kawasan ekonomi, pusat layanan, dan simpul transportasi utama,” tutup Anne.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.