Fri,12 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Saling Berbagi Daratan, Mengapa Perbatasan Papua dan Papua Nugini Tidak Lurus?

Saling Berbagi Daratan, Mengapa Perbatasan Papua dan Papua Nugini Tidak Lurus?

saling-berbagi-daratan,-mengapa-perbatasan-papua-dan-papua-nugini-tidak-lurus?
Saling Berbagi Daratan, Mengapa Perbatasan Papua dan Papua Nugini Tidak Lurus?
service

Saling Berbagi Daratan, Mengapa Perbatasan Papua dan Papua Nugini Tidak Lurus?


Adakah Kawan GNFI yang sadar atau mungkin sudah tahu jika ternyata perbatasan antara Papua dan Papua Nugini tidaklah ditarik dalam sebuah garis yang lurus dari ujung ke ujung? Papua dan Papua Nugini berada dalam sartu pulau super besar dan dipisahkan oleh garis sepanjang lebih dari 820 kilometer.

Awalnya, garis batas keduanya memang lurus dari utara ke selatan, tapi kemudian garisnya diubah dengan wilayah Papua Nugini yang sedikit lebih menjorok ke arah barat. Mengapa demikian?

Mengapa Perbatasan Papua dan Papua Nugini Tidak Lurus?

Perbatasan Papua-Papua Nugini yang tidak lurus | Sadalmelik/WikimediaCommons

info gambar

Perbatasan Papua-Papua Nugini yang tidak lurus | Sadalmelik/WikimediaCommons


Batas wilayah antara Papua milik Indonesia dengan Papua Nugini tidak lepas dari sejarah dan kondisi geografisnya. Sisi barat yang kini dikenal sebagai Papua milik Indonesia dijajah oleh Belanda. Sementara itu, sisi timur alias Papua Nugini sempat dikuasai Jerman dan Inggris sebelum kemudian dikelola Australia dan merdeka pada 1975.

Mulanya, Belanda mengklaim garis batas wilayah jajahan mereka dengan garis berbentuk lurus di koordinat 141 derajat bujur timur. Ada sedikit bagian dari Sungai Fly milik Papua Nugini yang masuk ke dalam wilayah Hindia Belanda. Padahal, pasukan Inggris dulunya memakai sungai itu untuk berpatroli dari hulu ke hilir.

Akhirnya, untuk menghindari konflik, Inggris bernegosiasi dengan Belanda. Walhasil, batas yang awalnya merupakan garis yang benar-benar lurus, berubah menjadi sedikit “bengkok” ke arah barat. Ini dikarenakan batasnya diambil dari titik terdalam dari kelokan Sungai Fly.

Gantinya, batas wilayah kekuasaan Belanda yang “menciut” karena mengikuti aliran Sungai Fly menjadi bertambah sedikit karena Inggris menggeser perbatasannya ke arah timur, tepatnya di tengah Sungai Bensbach—disebut sebagai Sungai Torasi di Indonesia. Nah, bagian muara Sungai Torasi ini juga menjadi titik paling timur Indonesia saat ini.

Kesepakatan antara Belanda dan Inggris terkait perbatasan dua wilayah jajahannya itu masih berlaku hingga detik ini. Tidak heran jika dilihat di peta, batas antara Papua milik Indonesia dengan Papua Nugini tampak memiliki sedikit lekukan.

Kenapa Papua Tidak Masuk ASEAN?

Mungkin Kawan juga ada yang bertanya-tanya, mengapa Papua Nugini tidak masuk ASEAN, padahal lokasinya gandeng dengan Papua milik Indonesia?

Jawabannya adalah faktor sejarah dan geografis yang berbeda. Sebenarnya, baik Papua milik Indonesia maupun Papua Nugini, keduanya sama-sama berada di kawasan Oseania.

Namun, karena faktor sejarah masa lalu yang berbeda, maka Papua milik Indonesia masuk sebagai bagian dari Asia Tenggara. Sementara itu, Papua Nugini diakui sebagai salah satu negara Oseania.

Uniknya, Papua Nugini sebenarnya pernah mencoba untuk meminta dukungan negara-negara ASEAN lain untuk bisa bergabung sebagai anggota organisasi tersebut. Namun, tidak ada negara yang memberikan respons resmi.

Indonesia sendiri mendukung keanggotaan Papua Nugini di ASEAN. Akan tetapi, banyak negara ASEAN lain yang tidak setuju karena beberapa alasan, salah satunya karena masalah ekonomi.

Sebagai informasi, di beberapa titik di perbatasan Papua-Papua Nugini, masih banyak masyarakat Papua Nugini yang bergantung secara ekonomi pada Indonesia, salah satunya warga Desa Wutung. Mereka sering masuk ke wilayah Desa Skouw yang terletak di Distrik Muara Tami, Jayapura, untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Warga Wutung masuk ke Skouw melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw. Saat akan memasuki wilayah Indonesia, mereka harus menyiapkan dokumen pendukung, seperti paspor.

Akan tetapi, ada hari “spesial” di mana warga Papua Nugini boleh masuk ke Indonesia hanya dengan bermodal dokumen berupa kerta manifes yang berisikan nama mereka. Hari spesial tersebut adalah hari Selasa tiap minggunya. Meskipun demikian, pergerakan mereka sangat terbatas, karena maksimal dapat berkeliling di area Pasar Skouw saja.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.