
Pesawat tempur yang mendarat di Tol Terbanggi Besar | Hutama Karya
Jalan tol umumnya digunakan untuk dilewati oleh kendaraan beroda empat atau lebih. Berdasarkan aturan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), ada enam jenis kendaraan yang bisa melintasi jalan bebas hambatan, termasuk mobil (kecil dan besar), bus, hingga truk.
Jalan tol memang difungsikan untuk memperlancar lalu lintas dan mempercepat mobilitas. Selain itu, jalan bebas hambatan juga berfungsi untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang karena bisa memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan.
Namun, pernahkan Kawan GNFI membayangkan jika jalan tol ternyata juga bisa dilintasi oleh pesawat tempur? Pemerintah menyebut, pembangunan infrastruktur sudah sepatutnya tidak hanya ditujukan untuk melayani mobilitas dan distribusi logistik saja, tapi juga harus bisa memberikan nilai strategis bagi kepentingan nasional.
4 Jalan Tol yang Siap Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah menyiapkan sejumlah ruas jalan tol agar bisa dimanfaatkan sebagai landasan darurat pesawat tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI) matra udara dalam kondisi tertentu.
Terdapat empat ruas jalan tol yang dirancang untuk memiliki fungsi ganda atau dual use. Hal ini memungkinkan alan tol tetap beroperasi sebagai jalan tol dalam kondisi normal sekaligus difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur demi mendukung operasi pertahanan negara.
Empat ras jalan tol yang sudah disiapkan itu antara lain Jalan Tol Banda Aceh-Sigli, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, serta Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi. Keempatnya dirancang tetap berfungsi optimal dengan spesifikasi yang bisa mendukung operasi pertahanan dalam kondisi darurat.
Menghimpun keterangan resmi Kementerian PU, panjang “calon” lintasan pesawat tempur ini beragam. Ruas Jalan Tol Banda Aceh-Sigli misalnya. Ruas ini memiiki litasan sekitar 2,8 km dan akan diperpanjang 1 km.
Kemudian, ruas Tol Japek II sepanjang 2,8 km akan diperpanjang menjadi 3,5 km. Di sisi lain, ruas Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi disiapkan lintasan sepanjang 3 hingga 3,5 km.
Sebelumnya, pada 11 Februari 2026, ruas Jalan Tol Terbanggi Besar- Pematang Panggang–Kayu Agung sudah pernah dilakukan uji coba pendaratan pesawat tempur. Uji coba ini menjadi yang pertama kali dilakukan di ruas jalan tol di Indonesia.
Saat itu, uji coba dilaksanakan pada segmen Gerbang Tol Lambu Kibang hingga Gerbang Tol Simpang Pematang. Agenda tersebut berlangsung sukses dengan pendaratan dan lepas landas dua pesawat tempur TNI AU, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16 pada ruas KM 228 hingga KM 231.
Uji coba itu menunjukkan bahwa infrastruktur jalan tol di Indonesia sudah memenuhi standar yang diperlukan untuk mendukung kepentingan strategis negara. Konsep ganda ini diharapkan bisa memberikan manfaat bukan hanya dalam segi pembangunan ekonomi, tapi juga penguatan sistem pertahanan nasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.
Tim Editor




Comments are closed.