Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Tambang Bauksit Gerogoti Pulau Propos dan Kas

Tambang Bauksit Gerogoti Pulau Propos dan Kas

tambang-bauksit-gerogoti-pulau-propos-dan-kas
Tambang Bauksit Gerogoti Pulau Propos dan Kas
service

Belum juga hilang dari ingatan pulau di Raja Ampat, Papua, yang rusak karena tambang nikel, kondisi serupa terjadi di Kepulauan Riau (Kepri). Ada dua pulau di Kepri yang kondisinya hancur kena tambang, yakni, Propos dan Kas. Lahan-lahan itu milik warga yang mereka sewakan kepada perusahaan.  Pasca penambangan, masalah pun muncul ketika kondisi lahan sudah hancur, pemodal tak ada reklamasi dan surat-surat tanah warga pun masih tertahan. Secara administratif, kedua pulau yang bersebelahan itu masuk Desa Ngas, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun. Melalui citra satelite Google Earth, jejak kerusakan kedua pulau itu tampak begitu jelas. Terlihat wajah pulau pulau yang gersang, hanya menyisakan sedikit pepohonan di tepian pulau. Tak pelak, kerusakan dua pulau di Kepri itu menjadi perbincangan warganet belakangan ini. “Tolong bahas ini, dua pulau kecil di Kepri habis dibabat dan ditambang,” tulis akun @beruanggrizzly7 membagikan penampakan pulau tersebut di X, Minggu, 15 Desember 2025. Berbagai akun media sosial membagikan ulang unggahan itu. Yusri, Kepala Desa Ngal akui kondisi Pulau Propos dan Kas yang gersang dan tandus itu. Situasi itu terjadi karena  operasi tambang bauksit di kedua pulau itu beberapa tahun silam. “Padahal itu dulu perkebunan karet warga,” katanya kepada Mongabay, akhir Desember 2025. Dia tak mengetahui ihwal awal bagaimana  tambang bauksit itu beroperasi.  Saat mulai menjabat sebagai kepala desa pada 2011, tambang bauksit sudah beroperasi. “Kemungkinan dari tahun 2010.” Menurut Yusril, jauh sebelum tambang masuk, pulau yang berpenghuni sekitar 20  keluarga  itu banyak  perkebunan karet. Setelah itu, warga tergiur untuk menyewakan ke perusahaan tambang dengan harga Rp14.000 per meter. Situasi…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.