Belum juga hilang dari ingatan pulau di Raja Ampat, Papua, yang rusak karena tambang nikel, kondisi serupa terjadi di Kepulauan Riau (Kepri). Ada dua pulau di Kepri yang kondisinya hancur kena tambang, yakni, Propos dan Kas. Lahan-lahan itu milik warga yang mereka sewakan kepada perusahaan. Pasca penambangan, masalah pun muncul ketika kondisi lahan sudah hancur, pemodal tak ada reklamasi dan surat-surat tanah warga pun masih tertahan. Secara administratif, kedua pulau yang bersebelahan itu masuk Desa Ngas, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun. Melalui citra satelite Google Earth, jejak kerusakan kedua pulau itu tampak begitu jelas. Terlihat wajah pulau pulau yang gersang, hanya menyisakan sedikit pepohonan di tepian pulau. Tak pelak, kerusakan dua pulau di Kepri itu menjadi perbincangan warganet belakangan ini. “Tolong bahas ini, dua pulau kecil di Kepri habis dibabat dan ditambang,” tulis akun @beruanggrizzly7 membagikan penampakan pulau tersebut di X, Minggu, 15 Desember 2025. Berbagai akun media sosial membagikan ulang unggahan itu. Yusri, Kepala Desa Ngal akui kondisi Pulau Propos dan Kas yang gersang dan tandus itu. Situasi itu terjadi karena operasi tambang bauksit di kedua pulau itu beberapa tahun silam. “Padahal itu dulu perkebunan karet warga,” katanya kepada Mongabay, akhir Desember 2025. Dia tak mengetahui ihwal awal bagaimana tambang bauksit itu beroperasi. Saat mulai menjabat sebagai kepala desa pada 2011, tambang bauksit sudah beroperasi. “Kemungkinan dari tahun 2010.” Menurut Yusril, jauh sebelum tambang masuk, pulau yang berpenghuni sekitar 20 keluarga itu banyak perkebunan karet. Setelah itu, warga tergiur untuk menyewakan ke perusahaan tambang dengan harga Rp14.000 per meter. Situasi…This article was originally published on Mongabay
Tambang Bauksit Gerogoti Pulau Propos dan Kas
Tambang Bauksit Gerogoti Pulau Propos dan Kas





Comments are closed.