Desa Tendambonggi yang terletak 34 km sebelah timur Kota Ende, Ibu Kota Kabupaten Ende, NTT, berada di ketinggian 700 -1200 mdpl. Suhu hariannya yang rata-rata 18o C, menjadikan desa ini separuh siangnya ditutupi kabut. Sebagian besar, wilayah desa ini berbatasan dengan hutan lindung dengan topografi berlereng, menjadikannya sulit diakses. Tahun 2020, pemerintah mengubah status 40 ribu hektar kawasan hutan lindung ini menjadi hutan produksi, sehingga masyarakat bisa menanam tanpa merusak hutan dan ekosistemnya. “Kebun petani di dalam kawasan hutan seluas 60 hektar sementara 55 hektar berada di luar hutan,” jelas Ignasius Saba, Kepala Desa Tendambonggi, Kecamatan Ende, pertengahan Februari 2026. Berdasarkan kondisi biofisik, tanaman yang cocok untuk desa ini adalah kopi, cengkih, dan pala. Kopi menjadi komoditi primadona di Desa Tendambonggi. “Rata-rata, luas kebun kopi setiap warga adalah setengah hektar dengan robusta dan arabika sebagai tanaman utama,” ujarnya. Kopi arabika merupakan jenis yang banyak ditanam masyarakat Tendambonggi, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, NTT. Foto: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia Pengolahan kulit kopi Sri Wahyuni, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Flores (Unflor), mengatakan Sudah tiga generasi masyarakat Tendambonggi melakukan budidaya tanaman dalam kawasan hutan. Sepanjang 2023, seluruh wilayah NTT mengalami dampak El Nino yang mengakibatkan turunnya produksi pertanian. Namun, tanaman kopi di Tendambonggi berproduksi stabil seperti tahun-tahun sebelumnya. “Dampak kekeringan tidak berpengaruh signifikan terhadap ekosistem kopi yang berada di kawasan hutan,”ungkapnya, pertengahan Februari 2026. Sri Wahyuni yang tergabung dalam tim Pengabdian Masyarakat Kemdiktisaintek, melakukan pendampingan petani kopi di Tendambonggi. Tahun 2024, tim fokus pada perbaikan budidaya dan manajemen kebun, dan pada 2025 kegiatan diarahkan untuk pengelolaan pascapanen dan pengolahan limbah. “Tidak ada satu petani…This article was originally published on Mongabay
Tidak Lagi Terbuang, Kulit Kopi Jadi Andalan Warga Tendambonggi
Tidak Lagi Terbuang, Kulit Kopi Jadi Andalan Warga Tendambonggi





Comments are closed.