Sat,18 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ular Kukri Gunung Jawa, Gigitannya Tajam Meski Tidak Berbisa

Ular Kukri Gunung Jawa, Gigitannya Tajam Meski Tidak Berbisa

ular-kukri-gunung-jawa,-gigitannya-tajam-meski-tidak-berbisa
Ular Kukri Gunung Jawa, Gigitannya Tajam Meski Tidak Berbisa
service

Seekor ular kecil bergerak di antara serasah daun di hutan sekunder Wonosalam, lereng Gunung Anjasmoro, Jombang, Jawa Timur. Bagi Muhammad Asyraf Rijalullah (26), lulusan Magister Biologi Universitas Brawijaya, ini pengalaman pertamanya melihat ular kukri gunung jawa. Asyraf, peneliti independen yang pernah berkolaborasi dengan Wildlife Conservation Society Indonesia, tidak menyangka survei lapangan 5-6 April 2026 itu, mempertemukan dirinya dengan jenis yang jarang terdokumentasikan. “Kami sebenarnya hanya melakukan pengecekan awal dan melihat satwa apa saja yang ada di lokasi,” jelasnya, Kamis (2/7/26). Hari pertama pengamatan berlalu tanpa temuan istimewa. Kondisi hutan sekunder di lereng Anjasmoro yang tak terlalu lembap, namun berbeda dibandingkan dataran rendah, menjadi perhatian tim selama survei berlangsung. Perjumpaan tak terduga itu terjadi hari kedua. Sekitar pukul 10 pagi, tim memutuskan kembali ke camp setelah menyusuri sejumlah titik di hutan. Jalur yang dilalui licin, karena hujan turun malam sebelumnya. Saat menuruni lereng, Asyraf melihat pergerakan kecil di bawah sepotong kayu di tepi jalur. “Saya buka dan ternyata ular.” Ular kukri gunung jawa yang keberadaannya belum banyak diketahui. Foto: Dok. Agus Nurrofik/Sahabat Alam Indonesia. Tidak berbahaya Sebagai peneliti yang biasa mengamati reptil, Asyraf dan rekan tetap waspada. Bentuk fisik Oligodon bitorquatus ini, sekilas mengingatkan mereka pada beberapa jenis ular berbisa. “Saya selalu menganggap, setiap ular yang ditemukan itu berbahaya hingga identitasnya benar-benar diketahui.” Dengan bantuan snake hook, Asyraf dan tim mengamati pola tubuh, bentuk kepala, hingga bagian bawah tubuh ular itu. Setelah memastikan jenis ini bukan anggota kelompok ular berbisa, penanganan lebih lanjut dilakukan. “Saya baru berani memegang setelah yakin ini…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.