Sun,31 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ular Viper Palsu, Apakah Jenis Berbahaya?

Ular Viper Palsu, Apakah Jenis Berbahaya?

ular-viper-palsu,-apakah-jenis-berbahaya?
Ular Viper Palsu, Apakah Jenis Berbahaya?
service

  Pagi itu, di sela rutinitas membersihkan kebun kakao di Pulau Enggano, Bengkulu, Zulfan Zaviery tak menyangka akan kembali menjumpai seekor ular kecil cokelat kusam di tumpukan daun kering. Tubuhnya menggulung, kepala sedikit mendongak, seolah siap menyerang. Namun, Zulfan paham bahwa ular ini tidak berbahaya. Ia seekor ular viper palsu (Psammodynastes pulverulentus), spesies yang kerap disalahpahami oleh umumnya warga Enggano. “Ular ini cuma diam. Posisi kepalanya selalu sama, naik sedikit seperti mau menyerang, padahal tidak,”  jelasnya, Selasa (7/10/2025). Perilaku pasif itu kerap disalahartikan. Posisi kepalanya yang sedikit terangkat membuat banyak orang mengira ular ini bersiap menyerang. Padahal, itu hanya respons bertahan hidup dari ancaman pradator. Fotografer satwa liar ini bilang, viper palsu kerap dijumpai di tumpukan daun kering ketimbang di bawah tegakan pohon besar. “Warna tubuhnya yang menyerupai tanah dan daun kering membuatnya hampir tak terlihat.” Selain di kebun, Zulfan mengaku, juga beberapa kali melihat ular yang panjang maksimal berkisar antara 50-77 cm ini di hutan. “Selalu sendirian. Setiap kali ketemu, polanya sama. Tubuh melingkar, kepala naik sedikit, tanpa agresi.” Ular viper palsu yang tersebar luas di Asia Tenggara. Foto: Wikimedia Commons/Rushenb/CC BY-SA 4.0   Penjaga ekosistem Zulfan menjelaskan, jenis ini punya peran penting di kebun dan hutan, yaitu sebagai pengendali ekosistem alami. Viper palsu yang tersebar di Asia, khususnya Asia Tenggara, ini memangsa tikus, kodok, dan kadal. “Kalau tidak ada ular ini, bisa-bisa tikus makin banyak. Jadi, sangat membantu kami,” terang Zulfan, yang juga berprofesi sebagai petani. Namun, peran ekologis itu kerap tidak disadari masyarakat. Di Enggano, sebagaimana di…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.