Tue,18 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Viral Tren Olahraga Slow Jogging di Korsel, Lari Lambat yang Bisa Bakar Lemak

Viral Tren Olahraga Slow Jogging di Korsel, Lari Lambat yang Bisa Bakar Lemak

viral-tren-olahraga-slow-jogging-di-korsel,-lari-lambat-yang-bisa-bakar-lemak
Viral Tren Olahraga Slow Jogging di Korsel, Lari Lambat yang Bisa Bakar Lemak
service

Jakarta

Olahraga lari selalu dianggap membuat napas terengah-engah, lebih melelahkan, dan menyiksa fisik. Namun, kini anggapan tersebut mulai bergeser, Bunda.

Hal ini lantaran tengah viral sebuah tren olahraga baru di Korea Selatan yang dinamakan slow jogging. Apa yang dimaksud dengan tren olahraga slow jogging ini?

Seperti namanya, slow jogging merupakan belajar dengan sangat lambat, bisa mengobrol dengan santai dan tertawa bersama teman. Jadi secara teknis, kecepatan slow jogging hanya berkisar antara 3 hingga 5 kilometer per jam (km/jam). Hal ini berarti hampir setara lebih cepat dari ritme jalan kaki santai, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari detikcom, sebuah riset medis membuktikan kalau slow jogging justru membakar energi jauh lebih besar. Ketika berlari perlahan, otot-otot besar seperti bokong, punggung bawah, dan paha depan disebut aktif bekerja secara konstan.

Aktivitas slow jogging ini disebut dapat mengeluarkan energi dan pembakaran kalori mencapai dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan jalan kaki biasa. Jika ingin berusaha memangkas lemak perut, olahraga ini bisa menjadi solusi yang menyenangkan.

Sebetulnya metode olahraga slow jogging dikembangkan oleh mendiang Profesor Hiroaki Tanaka dari Departemen Ilmu Olahraga Universitas Fukuoka, Jepang, setelah melalui riset selama lebih dari 40 tahun.

Lantas seperti apa sejarah perkembangannya di Korea Selatan?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.