Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Warisan Baden-Powell: Menjadikan Alam sebagai Ruang Belajar Sejak 1907 Melalui Pramuka

Warisan Baden-Powell: Menjadikan Alam sebagai Ruang Belajar Sejak 1907 Melalui Pramuka

warisan-baden-powell:-menjadikan-alam-sebagai-ruang-belajar-sejak-1907-melalui-pramuka
Warisan Baden-Powell: Menjadikan Alam sebagai Ruang Belajar Sejak 1907 Melalui Pramuka
service

Selama ini Pramuka sering identik dengan kegiatan berkemah, tali-temali, atau api unggun. Padahal, sejak awal kelahirannya, gerakan kepanduan juga dirancang sebagai sarana pendidikan lingkungan hidup. Pendiri Pramuka dunia, Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, meyakini bahwa alam bukan sekadar tempat beraktivitas, tetapi ruang belajar terbaik untuk membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap bumi. Gagasan itu masih menjadi salah satu fondasi gerakan Pramuka hingga kini. Awal mula gagasan tersebut lahir dalam perkemahan pertama di Pulau Brownsea, Inggris, pada 1907. Selama sembilan hari, Baden-Powell mengajak para peserta belajar membaca jejak, mengamati satwa, memberikan pertolongan pertama, hingga bertahan hidup di alam. Pengalaman itu kemudian ia tuangkan dalam buku Scouting for Boys yang menjadi salah satu buku paling berpengaruh dalam sejarah kepanduan dunia. Di dalamnya, Baden-Powell menekankan bahwa mengenal alam berarti belajar memahami kehidupan sekaligus menumbuhkan tanggung jawab untuk menjaganya. Menurutnya, manusia akan menyadari betapa mudahnya merusak alam, tetapi begitu sulit memulihkannya. Pemikiran tersebut membuat Baden-Powell kerap dipandang sebagai salah satu tokoh pendidikan lingkungan hidup. Alam dijadikan media pembelajaran yang mampu menumbuhkan rasa hormat terhadap kehidupan, melatih disiplin, kerja sama, hingga membangun kesadaran bahwa manusia merupakan bagian dari ekosistem. Bahkan, model pendidikan yang ia kembangkan kemudian diakui sebagai salah satu tonggak penting perkembangan pendidikan lingkungan di dunia. Komitmen itu terus berlanjut di tingkat global. Organisasi Pramuka Sedunia (WOSM) sejak lama menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu prioritas gerakannya. Berbagai resolusi mendorong anggota Pramuka di seluruh dunia untuk terlibat dalam pelestarian alam, mulai dari aksi konservasi, dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), hingga program Earth Tribe yang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.