Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. 17 Hari Bawa Bangkai Anaknya Sejauh 1.600 Km, Orca Betina Ini Jadi Simbol Krisis Populasinya

17 Hari Bawa Bangkai Anaknya Sejauh 1.600 Km, Orca Betina Ini Jadi Simbol Krisis Populasinya

17-hari-bawa-bangkai-anaknya-sejauh-1.600-km,-orca-betina-ini-jadi-simbol-krisis-populasinya
17 Hari Bawa Bangkai Anaknya Sejauh 1.600 Km, Orca Betina Ini Jadi Simbol Krisis Populasinya
service

Pada 2018, seekor orca betina dari populasi Southern Resident ((orca yang menetap di wilayah Pasifik Barat Laut Amerika Utara) bernama Tahlequah (J35) membawa bangkai anaknya yang baru lahir selama 17 hari, menempuh jarak lebih dari 1.600 kilometer di perairan Salish Sea, Pasifik Barat Laut Amerika Utara. Peristiwa ini menarik perhatian dunia dan menjadi salah satu sorotan utama terkait kondisi populasi Southern Resident, subpopulasi orca yang berstatus terancam punah. Status itu bukan sekadar label. Sensus Southern Resident yang dilakukan Center for Whale Research pada Juli 2025 mencatat populasi ini hanya tersisa 74 ekor, jauh dari perkiraan populasi historis yang pernah berjumlah lebih dari 200 ekor sebelum abad ke-20. Para ilmuwan tidak dapat memastikan alasan di balik perilaku Tahlequah, namun perilakunya yang berlangsung lama ini memperkuat perhatian terhadap tekanan yang dihadapi populasinya, terutama menyusutnya ikan salmon Chinook (Oncorhynchus tshawytscha) sebagai sumber makanan utama. Seekor orca dari populasi Southern Resident melompat (breaching) di perairan Pasifik Barat Laut Amerika Utara. Populasi ini berstatus terancam punah dan hanya tersisa 74 ekor berdasarkan sensus Center for Whale Research pada Juli 2025. Foto: Center for Whale Research Kisah Tahlequah kemudian menjadi salah satu simbol yang paling sering dikutip dalam peringatan World Orca Day, yang jatuh setiap 14 Juli. Orca (Orcinus orca), yang juga dikenal sebagai paus pembunuh, merupakan anggota terbesar dari keluarga lumba-lumba (Delphinidae). Hewan ini hidup di hampir seluruh perairan dunia, dari perairan dingin Antarktika hingga wilayah tropis. Sebagai predator puncak, orca tidak memiliki predator alami dan berperan penting mengendalikan populasi mangsa di ekosistem laut, sehingga…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.