Sat,8 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. 25 Tahun Memburu Anjing Hantu Amazon, Ilmuwan Temukan Populasinya Jauh Lebih Besar dari Perkiraan

25 Tahun Memburu Anjing Hantu Amazon, Ilmuwan Temukan Populasinya Jauh Lebih Besar dari Perkiraan

25-tahun-memburu-anjing-hantu-amazon,-ilmuwan-temukan-populasinya-jauh-lebih-besar-dari-perkiraan
25 Tahun Memburu Anjing Hantu Amazon, Ilmuwan Temukan Populasinya Jauh Lebih Besar dari Perkiraan
service

Di kedalaman hutan hujan Amazon, tersembunyi seekor predator yang selama puluhan tahun nyaris tidak tercatat oleh sains. Anjing telinga pendek (Atelocynus microtis) begitu pandai menghilang sehingga para ilmuwan menjulukinya “anjing hantu.” Kini, setelah lebih dari dua dekade penelitian, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neotropical Biology and Conservation (2026) mulai mengungkap misteri salah satu karnivora paling misterius di Amerika Latin tersbeut. Anjing telinga pendek adalah satu-satunya anggota genus Atelocynus, dan satu-satunya spesies canid yang benar-benar endemik di kawasan Amazon. Sebelum penelitian ini, hampir tidak ada yang diketahui tentang perilaku, kepadatan populasi, maupun preferensi habitatnya secara pasti. Bahkan distribusi geografis dan habitatnya pun belum jelas, dan ekologinya hampir sepenuhnya tidak diketahui, kata Dr. Robert Wallace dari Wildlife Conservation Society (WCS), penulis utama studi ini. Antara 2001 dan 2024, tim peneliti melakukan 34 survei intensif dengan perangkap kamera di wilayah dataran rendah Greater Madidi-Tambopata Landscape di Bolivia barat laut dan Peru tenggara, serta Llanos de Moxos Biocultural Landscape di Bolivia utara. Hasilnya: 594 foto individu terdokumentasi, lebih banyak dari yang pernah dikumpulkan sebelumnya. Langka dan sulit dijumpai, dua ekor anjing telinga pendek (Atelocynus microtis) tertangkap kamera di hutan Peru. Spesies endemik Amazon ini lebih sering meninggalkan jejak ketimbang menampakkan diri. Foto: Jon Irvine/GBIF (CC BY-NC 4.0) Dari rekaman itu, peneliti mendapatkan gambaran fisik yang lebih jelas. Anjing ini berbobot sekitar 9 hingga 10 kg, bertubuh ramping dengan kepala besar, telinga bulat yang relatif kecil dibanding canid lain, kaki pendek, ekor panjang berbulu lebat, serta bulu gelap yang bervariasi dari cokelat kemerahan hingga…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.