Arina.id – Hujan merupakan ciptaan Allah yang membawa berbagai manfaat untuk kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Jika direnungkan, hujan bukan sekadar fenomena alam biasa. Di balik turunnya hujan, terdapat sejumlah hikmah yang bisa dijadikan sebagai pelajaran untuk bisa meningkatkan keimanan kepada Allah.
Berkaitan dengan hal tersebut, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Miftahu Daris Sa’adah (Beirut, Daru Ibnu Hazm: 2019), juz II, h. 637, memberikan penjelasan terkait hikmah hujan. Dalam kitab tersebut diterangkan, setidaknya ada 4 bahan renungan yang menjadi hikmah diturunkannya hujan, yaitu sebagai berikut.
1. Bukti Kasih Sayang Allah
Hujan merupakan salah satu dari bukti kasih sayang Allah kepada makhluknya, khususnya yang ada di muka bumi ini. Melalui air hujan, bumi bisa selamat dari kekeringan, aneka tanaman bisa tumbuh dengan subur, dan menjadi sebab keberlangsungan hidup berbagai macam makhluk.
Menurut Ibnul Qayyim, Allah menurunkan hujan dengan penuh kelembutan dan hikmah yang tinggi. Tidak ada satu pun makhluk di dunia ini yang mampu merancang sistem alam yang luar biasa melebihi pengaturan yang telah ditetapkan oleh Allah.
2. Siramannya Merata
Hujan turun dari tempat yang tinggi, yakni dari langit. Kondisi ini sangat memungkinkan bagi air hujan untuk menyirami bumi secara merata, airnya bisa turun menjangkau lembah, bukit, dan dataran rendah.
Ibnul Qayyim membayangkan, seandainya Allah menyirami bumi dari dataran rendah, tentu airnya tidak akan menjangkau dataran tinggi, bukit, maupun gunung, kecuali jika air tersebut sudah menumpuk di bawah. Jika hal ini terjadi, tentu saja bisa menimbulkan kerusakan alam dan lingkungan.
3. Awan sebagai Penampung
Hujan tidak langsung turun begitu saja melainkan berjalan melalui proses atau siklus alam yang telah ditetapkan oleh Allah. Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa awan sebagai rawayal al-ardl (penampung air hujan), yakni media yang menampung air sebelum diturunkan.
Sebelumnya, Allah menciptakan angin yang bertugas membawa kelembapan (uap air) dari lautan sehingga terbentuk awan yang kemudian air hujan baru diturunkan. Di sisi lain, Allah menciptakan awan dengan sistem yang teratur sehingga mampu menyimpan air dalam jumlah besar dan menurunkannya secara bertahap.
4. Sesuai Kebutuhan
Sebagaimana diketahui, hujan turun di waktu atau musim tertentu. Menurut Ibnul Qayyim, hal ini menunjukkan bahwa Allah menurunkan hujan sesuai dengan kebutuhan bumi dan seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Ketika air sudah memenuhi kebutuhan bumi, Allah pun menghentikan hujan dan mengganti cuacanya menjadi cerah.
Dapat dibayangkan, jika hujan atau pun cuaca cerah berlangsung secara terus menerus tanpa silih berganti, tentu akan terjadi kerusakan alam dan mengganggu keberlangsungan hidup makhluk bumi.
Dengan demikian, hujan bukan sekadar peristiwa alam biasa melainkan sebagai salah satu tanda kebesaran dan rahmat Allah bagi makhluk-Nya yang ada di bumi. Mengingat hal tersebut, sudah semestinya kita bersyukur atas segala rahmat yang telah diberikan oleh Allah, di antaranya dengan menjaga alam dan lingkungan dengan sebaik-baiknya agar hujan yang turun bisa menjadi berkah, bukan menjadi penyebab datangnya banjir. Wallahu a’lam.





Comments are closed.