Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. 7 Langkah Darurat Menangani Pendarahan Pasca Aborsi sebelum Dirujuk ke Rumah Sakit

7 Langkah Darurat Menangani Pendarahan Pasca Aborsi sebelum Dirujuk ke Rumah Sakit

7-langkah-darurat-menangani-pendarahan-pasca-aborsi-sebelum-dirujuk-ke-rumah-sakit
7 Langkah Darurat Menangani Pendarahan Pasca Aborsi sebelum Dirujuk ke Rumah Sakit
service

Mubadalah.id – Pekerja kesehatan atau orang lain yang telah terlatih melakukan pemeriksaan pelvis dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk membantu pasien pasca aborsi yang mengalami pendarahan hebat sebelum rahim benar-benar dikosongkan.

Penting! Karena mulut rahim masih terbuka, apa pun yang dimasukkan ke dalam vagina dapat membahayakan pasien dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi berat.

Oleh karena itu, lakukan pertolongan dengan sangat hati-hati. Ingat, cara ini HANYA boleh dilakukan apabila pendarahan pasca aborsi sudah sedemikian berat sehingga mengancam nyawa pasien.

Pertama, cuci tangan Anda, kemudian bersihkan area genital pasien menggunakan air bersih dan sabun.

Kedua, kenakan sarung tangan berbahan karet atau plastik. Jika tidak tersedia, gunakan kantong plastik yang bersih pada salah satu tangan Anda. Pastikan tangan yang akan Anda gunakan tidak menyentuh apa pun sebelum masuk ke dalam vagina pasien.

Ketiga, baringkan pasien dalam posisi telentang dengan kedua lutut Anda tekuk ke atas seperti pada gambar. Bantu pasien agar tetap rileks dan melemaskan otot-ototnya.

Keempat, gunakan spekulum yang steril (apabila tersedia). Jika Anda memiliki perlengkapan pemasangan IUD atau spiral KB, biasanya di dalamnya terdapat spekulum yang sesuai.

Gunakan alat tersebut untuk melihat bagian mulut rahim. Apabila tampak gumpalan jaringan atau darah, usahakan mengambilnya dengan menggunakan alat penjepit (forsep) yang steril, kemudian keluarkan secara hati-hati.

Kelima, jika Anda tidak memiliki spekulum, raba bagian dalam vagina pasien menggunakan tangan yang telah memakai sarung tangan karet atau plastik. Mulailah dengan satu jari, kemudian bila diperlukan gunakan dua jari.

Raba Mulut Rahim Pasien

Keenam, raba mulut rahim pasien. Meskipun tidak terlihat secara langsung, mulut rahim dapat Anda kenali melalui perabaan karena permukaannya terasa lebih halus dan lebih kencang daripada jaringan di sekitarnya.

Ketujuh, raba permukaan mulut rahim dan rasakan apakah terdapat sisa-sisa jaringan kehamilan yang mencuat keluar. Saat Anda raba, sisa-sisa jaringan tersebut akan terasa seperti daging yang lunak. Cobalah mengeluarkannya secara hati-hati.

Apabila sarung tangan membuat jaringan tersebut terlalu licin untuk Anda pegang, keluarkan terlebih dahulu kedua jari Anda, lalu balut dengan perban steril atau sepotong kain steril yang telah Anda rebus. Setelah itu, coba kembali mengeluarkannya. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 330. 

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.