Sat,9 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. “Min Dzakarin aw Untsā”: Prinsip Kesetaraan dalam Hijrah dan Jihad

“Min Dzakarin aw Untsā”: Prinsip Kesetaraan dalam Hijrah dan Jihad

“min-dzakarin-aw-untsa”:-prinsip-kesetaraan-dalam-hijrah-dan-jihad
“Min Dzakarin aw Untsā”: Prinsip Kesetaraan dalam Hijrah dan Jihad
service

Mubadalah.id – Penegasan eksplisit mengenai kesetaraan partisipasi laki-laki dan perempuan dalam hijrah dan jihad tercantum dalam QS. Ali ‘Imran ayat 195.

Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan amal siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan. Frasa “min dzakarin aw untsā” menjadi pernyataan langsung bahwa jenis kelamin tidak menentukan nilai pahala di sisi Tuhan.

Ayat ini juga memuat frasa “ba‘ḍukum min ba‘ḍ” yang menunjukkan keterkaitan dan kesatuan asal-usul antara laki-laki dan perempuan.

Ungkapan tersebut menjadi penegasan bahwa keduanya merupakan bagian dari yang sama dalam perjuangan. Tidak terdapat hierarki gender dalam konteks pengorbanan dan tanggung jawab.

Konteks ayat tersebut merujuk pada situasi berat yang mencakup hijrah, pengusiran dari kampung halaman, penyiksaan, peperangan, hingga kematian.

Semua risiko tersebut ada dalam satu rangkaian yang sama tanpa membedakan laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, partisipasi dalam perjuangan menjadi tanggung jawab kolektif.

Penegasan ini memperlihatkan prinsip keadilan yang menilai hanyalah amal berdasarkan kualitas dan kesungguhan, bukan berdasarkan identitas biologis.

Dalam sejarah, perempuan juga mengalami langsung konsekuensi hijrah dan tekanan sosial pada masa awal Islam. Ayat tersebut memastikan bahwa kontribusi mereka tercatat sebagai sesuatu yang bernilai.

QS. Ali ‘Imran 195 menjadi landasan normatif bahwa perjuangan dalam Islam, termasuk dalam situasi paling berat sekalipun, melibatkan laki-laki dan perempuan sebagai subjek setara. Nilai hijrah dan jihad tidak dibatasi oleh jenis kelamin, melainkan oleh komitmen terhadap iman dan kebenaran. []

Sumber Tulisan: Bahkan dalam Hijrah dan Jihad, Al-Qur’an Memanggil Laki-laki dan Perempuan

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.