Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Tak Punya Mulut dan Mata, Cacing Ini Sanggup Melumat Tulang Paus di Kegelapan Dasar Laut

Tak Punya Mulut dan Mata, Cacing Ini Sanggup Melumat Tulang Paus di Kegelapan Dasar Laut

tak-punya-mulut-dan-mata,-cacing-ini-sanggup-melumat-tulang-paus-di-kegelapan-dasar-laut
Tak Punya Mulut dan Mata, Cacing Ini Sanggup Melumat Tulang Paus di Kegelapan Dasar Laut
service

Peristiwa kematian seekor paus di samudera lepas memicu fenomena ekologi masif yang dikenal sebagai whale fall. Ketika bangkai raksasa dengan estimasi bobot hingga 150 ton ini tenggelam ke zona abyssal yang gersang, ia membawa pasokan karbon organik yang sangat besar, bahkan setara dengan akumulasi sedimen alami selama 2.000 tahun di dasar laut. Di lingkungan ekstrem dengan tekanan hidrostatik tinggi dan suhu stabil di bawah 4°C ini, muncul organisme spesialis dekomposisi tulang dari genus Osedax. Nama ini secara etimologis berarti “pemakan tulang”, sebuah deskripsi teknis bagi makhluk yang mampu menghancurkan material organik paling keras di dasar laut tanpa bantuan rahang atau gigi melalui proses degradasi kimiawi yang presisi. Secara visual, tubuh mereka hanya memperlihatkan palpus kemerahan yang mengandung hemoglobin untuk pertukaran gas, sementara seluruh sistem biologis utamanya bekerja di dalam struktur tulang yang mereka huni. Inilah fenomena whale fall, di mana satu bangkai paus mampu menyokong ribuan nyawa di dasar samudera yang gersang. Mulai dari pemakan bangkai besar hingga cacing pelumat tulang Osedax, semua berbagi peran dalam proses dekomposisi paling megah di planet ini. | Foto National Marine Sanctuaries Adaptasi biologis Osedax sangat tidak lazim karena mereka berevolusi tanpa memiliki mulut, mata, maupun sistem pencernaan fungsional yang umum ditemukan pada annelida lainnya. Berdasarkan riset fundamental yang pertama kali mendeskripsikan genus ini dalam jurnal Science, cacing ini mengandalkan jaringan “akar” atau ovisak yang menyusup ke dalam matriks tulang menggunakan mekanisme biokimia yang sangat kompleks. Mereka menyekresikan asam melalui pompa proton untuk melarutkan kalsium fosfat atau hidroksiapatit yang menyusun struktur keras tulang, kemudian…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.