Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Tapak Tilas Jejak Pahlawan Nasional Rahmah El Yunusiyyah, Teladan Pendidikan Kaum Perempuan

Tapak Tilas Jejak Pahlawan Nasional Rahmah El Yunusiyyah, Teladan Pendidikan Kaum Perempuan

tapak-tilas-jejak-pahlawan-nasional-rahmah-el-yunusiyyah,-teladan-pendidikan-kaum-perempuan
Tapak Tilas Jejak Pahlawan Nasional Rahmah El Yunusiyyah, Teladan Pendidikan Kaum Perempuan
service

21 Maret 2026 11.59 WIB • 2 menit

Tapak Tilas Jejak Pahlawan Nasional Rahmah El Yunusiyyah, Teladan Pendidikan Kaum Perempuan


Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan tapak tilas jejak pahlawan nasional asal Sumatra Barat, Rahmah El Yunusiyyah di Padang Panjang. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya menelusuri jejak perjuangan tokoh perempuan pelopor pendidikan Islam sekaligus pahlawan nasional yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pendidikan perempuan di Indonesia.

Kegiatan tapak tilas diawali dengan kunjungan ke rumah kediaman Rahmah yang kini telah bertransformasi menjadi museum. Didampingi langsung oleh cicit sekaligus pimpinan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, Menbud Fadli Zon tinjau memoar perjalanan hidup Rahmah, mulai dari silsilah keluarga, upayanya dalam mendirikan Diniyyah Puteri, hingga berbagai penghargaan yang diterimanya.

Menbud menilai kepeloporan Rahmah El Yunusiyyah merupakan teladan penting bagi masyarakat, khususnya perempuan Indonesia.

“Saat itu ia (Rahmah El Yunusiyyah) berusia sangat muda, berinisiatif mendirikan sekolah yang hingga saat ini semakin membesar dan mencetak para guru hingga disebarkan ke seluruh Nusantara,” jelas Menbud Fadli.

Ditetapkan sebagai pahlawan nasional

Rahmah El Yunusiyyah, penggagas Perguruan Diniyyah Puteri, ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada tahun 2025. Lembaga pendidikan ini tidak hanya mencetak guru, tetapi juga membentuk karakter perempuan berjiwa Islam, mempersiapkan ibu sebagai pendidik yang cakap dalam keluarga dan masyarakat, serta menumbuhkan tanggung jawab sosial demi kesejahteraan sesama atas dasar pengabdian kepada Allah SWT.

Menbud menjelaskan bahwa sejumlah tokoh penting yang berkiprah di tingkat nasional hingga internasional lahir dari Diniyyah Puteri. Salah satu alumni ialah Rasuna Said yang juga telah dianugerahi gelar pahlawan nasional. Terdapat pula tokoh dari Malaysia, Aishah Gani, serta sejumlah tokoh perempuan yang kini berkiprah di berbagai bidang profesional.

Lebih lanjut, Menbud menilai keberadaan museum yang menempati kediaman asli Rahmah El Yunusiyyah memiliki nilai sejarah yang sangat penting dan perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda. Ia mendorong upaya penetapan museum sebagai Cagar Budaya Nasional agar nilai sejarah dan keteladanan tokoh Rahmah El Yunusiyyah dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Berziarah ke makam

Tidak jauh dari lokasi museum, rangkaian tapak tilas dilanjutkan dengan berziarah ke makam Rahmah El Yunusiyyah dan meninjau langsung asrama Perguruan Diniyyah Puteri. Asrama seluas 2,5 hektar tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pembelajaran yang mendukung kegiatan pendidikan santri.

Kegiatan tapak tilas turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra dan jajaran pejabat pemerintah daerah Padang Panjang. Hadir mendampingi Menbud Fadli Zon yakni Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda.

Primayuda; Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan WIlayah III Sumatra Barat, Nurmatias. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian jejak sejarah tokoh bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk meneladani semangat perjuangan Rahmah El Yunusiyyah dalam memajukan pendidikan dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.