Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kerusakan DAS Barito dan Maluka Picu Bencana Kalsel

Kerusakan DAS Barito dan Maluka Picu Bencana Kalsel

kerusakan-das-barito-dan-maluka-picu-bencana-kalsel
Kerusakan DAS Barito dan Maluka Picu Bencana Kalsel
service

Kalimantan Selatan (Kalsel) juga alami  banjir parah akhir 2025 hingga awal 2026. Kelompok masyarakat sipil menilai, kondisi ini karena tutupan hutan yang hilang, masifnya alih fungsi lahan, hingga sistem tata air rapuh. Sebelumnya, banjir merendam 11 dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) periode 27 Desember 2025- 31 Januari 2026. Wilayah terdampak meliputi Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tapin, Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, Banjarbaru, dan Banjarmasin. Data BPBD Kalsel, periode 1 Desember 2025 – 21 Maret 2026, terjadi 17 kejadian banjir yang berdampak pada 289.483 jiwa. Ia merusak 448 rumah. Data banjir Kalimantan Selatan 31 Desember 2025 – 21 Maret 2026. Foto: tangkapan layar laman BPBD Kalsel. Greenpeace Indonesia memperkirakan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito dan DAS Maluka berkontribusi besar terhadap banjir Kalsel tersebut. Analisis menggunakan data deforestasi University of Mariland terhadap DAS Maluka, dari luas 88.000 hektar, hutan alam yang tersisa hanya sekitar 828 hektar, atau kurang dari 1%. “Kondisi ini membuat kawasan tersebut kehilangan hampir seluruh fungsinya sebagai daerah resapan dan penyangga banjir, sehingga meningkatkan kerentanan banjir di wilayah sekitarnya,” kata Anggi Prayoga, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia. Data yang sama menunjukkan DAS Barito kini hanya menyisakan sekitar 3,04 juta hektar hutan alam dari total luas 6,2 juta hektar. Ia meliputi Kalsel 1,8 juta hektar, Kalimantan Tengah 4,4 juta hektar, Kalimantan Timur sekitar 8.000 hektar, serta Kalimantan Barat 590 hektar. Di Kalsel, hampir 58% telah terbebani berbagai izin pemanfaatan hutan dan lahan, mencakup konsesi kehutanan (PBPH), perkebunan sawit, dan pertambangan.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.